Lurah Setempat dan Jajaran Panitia Gebyar Lebaran Pantai Boom Serahkan Bantuan Kepada MSH (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Panitia Gebyar Lebaran Pantai Boom Banyuwangi menyatakan akan melanjutkan proses hukum apabila tidak ada itikad baik dari pihak terlapor dalam kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan Pantai Boom.
Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan santunan kepada korban MSH (56) pada Kamis (02/04/2026). Panitia yang terdiri dari masyarakat setempat menyatakan turut mengawal jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.
Ketua Panitia Gebyar Lebaran, Subagyo, menyampaikan bahwa korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Banyuwangi.
“Kita tunggu saja perkembangan dari pihak berwajib, bagaimana nanti penanganannya. Kalau memang tidak ada kepuasan dari kami, nanti akan ke Polresta,” kata Subagyo.
Ia menambahkan, kemungkinan penyelesaian secara kekeluargaan bergantung pada kesepakatan antara korban dan terlapor.
“Untuk kekeluargaan, nanti tergantung pihak antara korban dan pemukul,” ujarnya.
Subagyo menegaskan, apabila tidak ada itikad baik dari terlapor yang diketahui berinisial AF, maka proses hukum akan tetap dilanjutkan.
“Kalau memang tidak ada itikad baik dari sana, ya tetap lanjut proses hukum saja,” tegasnya.
Korban MSH menyatakan telah menyerahkan penanganan kasus kepada kuasa hukumnya.
“Sudah masuk ke ranah hukum, kelanjutannya biar pengacara saya yang jalan. Siap melanjutkan proses hukum,” ujarnya.
Sementara itu, kuasa hukum terlapor AF, Eko Sutrisno, menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan. Ia juga menyebut tengah berupaya mempertemukan kedua belah pihak.
“Kami berharap bagaimana caranya masalah ini diselesaikan karena kita tidak ingin ada konflik dengan warga lokal,” kata Eko.
Ia menambahkan bahwa pihaknya membuka kemungkinan penyelesaian melalui pendekatan restorative justice, meskipun kliennya juga disebut mengalami luka.
“Walaupun klien kami juga mengalami luka, kami bisa mengajukan laporan balik, karena kami berharap masalah ini bisa selesai,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada Minggu (29/03/2026) seorang WNA asal Rusia diduga melakukan penganiayaan terhadap MSH (56), pemilik sound system yang bertugas dalam acara Gebyar Lebaran. Korban mengaku mengalami luka memar di bagian hidung dan rahang kanan, serta cedera pada kaki. (rq)

