Kapolsek Genteng Memantau SPBU di Desa Genteng Wetan dan Kapolsek Muncar Mengecek SPBU di Desa Blambangan (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dua Kapolsek urban di Banyuwangi turun langsung memantau antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Senin (19/10/2026). Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM sekaligus mengantisipasi kepanikan masyarakat atau panic buying.
Dua kapolsek tersebut yakni Kapolsek Genteng Kompol Khoirul Anwar dan Kapolsek Muncar Kompol Suhartanto. Khoirul memantau SPBU di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, sedangkan Suhartanto mengecek antrean konsumen di SPBU Desa Blambangan, Kecamatan Muncar.
Kapolsek Genteng Kompol Khoirul Anwar mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan stok BBM di wilayahnya tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar. Dari hasil pengecekan di dua SPBU, ketersediaan BBM dinilai masih mencukupi dan situasi terpantau aman serta terkendali.
“Dari hasil monitoring, stok BBM di wilayah Kecamatan Genteng masih mencukupi. Kami juga tidak menemukan peningkatan antrean di dalam area SPBU. Situasi sampai saat ini aman dan terkendali,” ujar Khoirul.
Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan di SPBU Genteng Wetan di Jalan Hasanuddin dan SPBU Setail. Selain mengecek ketersediaan stok, petugas turut memantau aktivitas pembelian untuk mengantisipasi kepanikan masyarakat yang berpotensi memicu antrean panjang.
Berdasarkan data monitoring Polsek Genteng, stok di SPBU Genteng Wetan terdiri atas Pertalite 8.790 liter, Pertamax 3.677 liter, Pertamax Turbo 4.121 liter, Bio Solar 16.675 liter, dan Dex 4.329 liter. SPBU tersebut juga menerima pasokan Pertalite 8 kiloliter, Pertamax 8 kiloliter, dan Bio Solar 16 kiloliter pada hari yang sama.
Sementara itu, di SPBU Setail, stok Pertalite tercatat 23.590 liter, Pertamax 7.386 liter, dan Bio Solar 1.433 liter. SPBU tersebut dijadwalkan menerima tambahan pasokan Pertalite sebanyak 16 kiloliter.
Khoirul menambahkan, pihaknya juga mengingatkan pengelola SPBU agar penjualan BBM dilakukan sesuai ketentuan resmi Pertamina.
“Kami melakukan pemantauan untuk memastikan distribusi BBM berjalan tertib. Kami juga mengimbau pengelola SPBU agar tidak melakukan penjualan di luar ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Muncar Kompol Suhartanto mengatakan, pihaknya turut memantau aktivitas konsumen yang membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Desa Blambangan. Pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi antrean sekaligus memastikan situasi di sekitar SPBU tetap kondusif.
“Kita melaksanakan monitoring pemantauan konsumen pencari BBM bersubsidi jenis Pertalite. Memang warga masyarakat yang antre cukup banyak, tetapi tidak sampai meluber ke jalan protokol,” kata Suhartanto.
Menurutnya, meski terdapat antrean konsumen, kondisi di sekitar SPBU masih terkendali. Petugas melakukan pemantauan agar antrean kendaraan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kedua kapolsek mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, tanpa melakukan pembelian berlebihan karena kekhawatiran terhadap ketersediaan stok.
Pemantauan di SPBU akan terus dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memastikan pelayanan BBM berjalan lancar, serta mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas akibat antrean kendaraan. (ep)

