Bara Tungku Arang Diduga Picu Kebakaran Dapur Rumah Lansia di Lugonto Rogojampi

20261020_082439.jpg Petugas Damkar Memadamkan Kebakaran di Dapur Rumah Warga Rogojampi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dapur rumah milik Sulami (69), warga Dusun Lugonto, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, terbakar pada Minggu (18/10/2026) petang. Kebakaran diduga dipicu bara tungku berbahan bakar arang yang belum sepenuhnya padam setelah digunakan memasak.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Edy Supriyono, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 17.50 WIB. Api membakar bangunan dapur berukuran sekitar 6 x 4 meter.


"Berdasarkan keterangan yang kami himpun di lokasi kejadian, kebakaran diduga bermula saat pemilik rumah selesai memasak menggunakan tungku berbahan bakar arang. Setelah selesai memasak, pemilik berupaya mematikan api, tetapi diduga bara arangnya belum sepenuhnya padam," jelas Edy.


Menurutnya, setelah berusaha mematikan api, pemilik rumah meninggalkan dapur untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Namun, kondisi bara yang masih menyala diduga memicu kebakaran hingga api membesar.


"Tidak berselang lama, warga yang berada di sekitar lokasi melihat kobaran api pada bagian dapur rumah. Warga kemudian segera meminta bantuan tetangga dan berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya," terangnya.


Edy mengatakan, upaya pemadaman awal dilakukan warga untuk mencegah api semakin meluas. Namun, karena kobaran api berpotensi merambat ke bagian bangunan lain, petugas Damkarmat kemudian dihubungi untuk melakukan penanganan.


Laporan kebakaran diterima melalui pusat panggilan Damkarmat Banyuwangi pada pukul 18.08 WIB. Petugas berangkat menuju lokasi tiga menit kemudian, yakni pukul 18.11 WIB, dan tiba sekitar pukul 18.32 WIB.


"Petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan pada pukul 18.34 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 18.38 WIB. Setelah itu, petugas melanjutkan penanganan hingga seluruh proses dinyatakan selesai pada pukul 19.55 WIB," kata Edy.


Berdasarkan investigasi awal, sumber api diduga berasal dari tungku arang yang ditinggalkan sebelum seluruh bara benar-benar padam. Api kemudian menyambar bagian bangunan dapur yang sebagian konstruksinya menggunakan material bambu dan kayu.


"Material bangunan yang mudah terbakar diduga membuat api merambat ke bagian dapur lainnya. Karena itu, masyarakat perlu memastikan sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat memasak," imbuhnya.


Akibat kebakaran tersebut, bangunan dapur beserta meja mengalami kerusakan. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 8 juta.


Meski demikian, bangunan utama rumah beserta perabotan di dalamnya berhasil diselamatkan. Edy menyebut nilai aset yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp 250 juta.


"Dalam kejadian ini, kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan dapur dan meja. Sementara itu, bangunan utama rumah beserta perabotannya berhasil diselamatkan," ungkapnya.


Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Penanganan kebakaran melibatkan delapan personel dari Regu Brama 3 dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), dengan dukungan kepolisian serta warga setempat.


Edy mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan tungku atau sumber api dalam kondisi masih menyisakan bara. Menurutnya, memastikan api benar-benar padam merupakan langkah penting untuk mencegah kebakaran rumah.


"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat memasak menggunakan tungku arang. Pastikan api dan bara sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur, sehingga kejadian serupa bisa dicegah," pungkasnya. (ep)