Hindari Macet Arus Balik, 16 Kantong Parkir di Banyuwangi Bisa Jadi Tempat WFA

11uo.jpg Pantauan Udara Pelabuhan Ketapang pada 24 Maret 2026 (Foto: YT/DIT. KPLP PEL. KETAPANG)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Memasuki arus balik Idulfitri 1447 Hijriah, pergerakan kendaraan dan penumpang di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai meningkat. Untuk menghindari kepadatan lalu lintas, pemudik diimbau mengatur waktu perjalanan lebih awal sekaligus memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang berlaku pada 25–27 Maret 2026.


Sebagai langkah antisipasi, Polresta Banyuwangi menyiapkan 16 titik kantung parkir atau buffer zone. Lokasi ini tidak hanya difungsikan untuk mengurai kepadatan kendaraan, tetapi juga bisa dimanfaatkan pemudik sebagai tempat sementara untuk bekerja jarak jauh saat menghadapi antrean panjang.


Sejumlah titik sebagai buffer zone, di antaranya ASDP Bulusan, parkir umum Bulusan yang berada di Hotel Ketapang Indah, pom bensin Farly, serta Pusri. Lalu eberapa titik lain seperti RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, pom bensin Sri Tanjung, dan Grand Watu Dodol (GWD) turut disiagakan sebagai kantong parkir.


Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rofiq Ripto Himawan, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya preventif dan preemtif, termasuk sosialisasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan WFA di tengah arus balik.


“Kami sudah melakukan langkah-langkah preventif dan preemtif. Dengan adanya kebijakan work from anywhere, kantung parkir ini bisa menjadi alternatif bagi pemudik yang akan kembali bekerja, terutama saat arus lalu lintas mengalami peningkatan signifikan,” ujarnya saat konferensi pers di Pelabuhan ASDP Ketapang, Selasa (24/3/2026).


Menurut Rofiq, keberadaan belasan kantung parkir tersebut disiapkan sebagai solusi darurat ketika terjadi lonjakan volume kendaraan. Namun demikian, fasilitas ini juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang mendesak, termasuk menunjang aktivitas kerja para pemudik di perjalanan.


Ia menambahkan, arus balik tahun ini diprediksi mengalami peningkatan cukup signifikan, baik dari sisi kendaraan maupun penumpang. Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry per 23 Maret 2026, tercatat lebih dari 1.000 penumpang menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk. Sementara dari arah sebaliknya, sekitar 7.000 hingga 8.000 kendaraan tercatat masuk ke wilayah Ketapang.


“ASDP memiliki sistem grading untuk menentukan kondisi penyeberangan, apakah normal atau tinggi. Dari situ akan diberlakukan skema pengaturan mobilisasi penumpang dan kendaraan,” jelasnya.


Sementara itu, pada periode arus mudik 2026, jumlah penumpang tercatat mengalami kenaikan sebesar 22 persen dibanding tahun sebelumnya, yakni mencapai 2.321.319 orang. Sedangkan jumlah kendaraan meningkat sekitar 17 persen dengan total 1.711.044 unit.


Dengan tren tersebut, pemudik diimbau untuk tetap memantau kondisi lalu lintas, memanfaatkan fasilitas yang tersedia, serta menyesuaikan waktu perjalanan guna menghindari kepadatan ekstrem di kawasan pelabuhan. (ep)