H+5 Lebaran, 13 Ribu Kendaraan dari Jawa OTW Bali via Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

1iyvgyuiu.jpg Pantauan Udara Pelabuhan Ketapang pada 26 Maret 2026 (Foto: YT/DIT. KPLP PEL. KETAPANG)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Arus balik Lebaran 2026 menuju Pulau Bali melalui Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, masih terpantau tinggi pada H+5 Lebaran, Kamis (26/03/2026). Dalam kurun waktu 24 jam, belasan ribu kendaraan tercatat menyeberang dari Jawa menuju Bali melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk.


Berdasarkan data operasional terbaru, total kendaraan yang diberangkatkan dari Pelabuhan Ketapang mencapai 13.575 unit. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan arus dari arah sebaliknya, yakni dari Pelabuhan Gilimanuk ke Ketapang yang hanya tercatat sebanyak 6.514 unit.


Dominasi kendaraan masih dipegang oleh sepeda motor. Tercatat sebanyak 7.360 unit roda dua melintas melalui Pelabuhan Ketapang. Sementara itu, kendaraan kecil seperti mobil pribadi juga menunjukkan angka signifikan dengan total 4.648 unit.


Tingginya volume kendaraan ini sejalan dengan jumlah penumpang yang ikut menyeberang. Dalam satu hari, total penumpang yang diberangkatkan dari Ketapang mencapai 46.010 orang, mayoritas merupakan penumpang dalam kendaraan.


Di tengah padatnya arus balik, sejumlah pemudik memilih kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan puncak. Salah satunya Joko, pemudik asal Banyuwangi yang hendak kembali bekerja di Bali.


“Saya pilih balik lebih awal karena harus segera masuk kerja. Selain itu anak juga sudah mulai masuk sekolah, jadi tidak bisa terlalu lama di kampung,” ujar Joko di area Pelabuhan Ketapang.


Ia mengaku sengaja menghindari jadwal puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada akhir pekan.


“Kalau nunggu tanggal 28 atau 29 Maret, pasti lebih macet. Jadi saya ambil aman berangkat sekarang biar tidak terjebak antrean panjang,” tambahnya.


Joko juga menyebut kondisi pelabuhan saat ini masih relatif terkendali meski terjadi peningkatan jumlah kendaraan.


“Memang ramai, tapi masih bisa jalan. Antrean juga masih bergerak, jadi lebih nyaman dibanding kalau sudah puncak nanti,” ungkapnya.


Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan sebanyak 33 unit kapal feri dengan ratusan trip pelayaran setiap harinya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan mengurai antrean di dermaga.


Secara umum, kondisi operasional di Pelabuhan Ketapang terpantau ramai namun tetap lancar. Pemudik diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan memanfaatkan layanan tiket online guna menghindari kepadatan yang lebih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (ep)