KMP Trisila Bhakti 3 Resmi Meluncur di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mendapat tambahan armada baru. Kapal Motor Penumpang (KMP) Trisila Bhakti 3 berkapasitas 2.400 Gross Tonnage (GT) resmi masuk untuk memperkuat layanan penyeberangan Jawa-Bali.
Kapal baru milik PT Trisila Laut tersebut dibeli dari China dengan nilai investasi sekitar Rp 63,5 miliar. Kehadirannya diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan, terutama ketika terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan pada periode padat atau peak season.
Direktur Utama PT Trisila Laut, Laksamana Pertama (Purn) Retarto Setiawarsono mengatakan pengadaan kapal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan layanan penyeberangan sekaligus merespons rencana penerapan standar kapal dengan ukuran lebih besar di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
"Kapal kami sebelumnya berukuran 400 ton dan 600 ton. Dengan adanya rencana regulasi baru yang mengharuskan kapal penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk di atas 1.500 ton, kami langsung melakukan pengadaan kapal baru berkapasitas 2.400 GRT ini dari Cina," ujar Retarto di Banyuwangi, Jumat (25/9/2026).
Menurut Retarto, KMP Trisila Bhakti 3 merupakan kapal baru atau brand new dengan usia nol tahun. Kapal tersebut menempuh perjalanan sekitar 10 hari dari China dan telah tiba di Indonesia pada 3 Mei 2026.
KMP Trisila Bhakti 3 juga menjadi kapal saudara atau sister ship dari KMP Trisila Bhakti 1 dan KMP Trisila Bhakti 2 yang sebelumnya telah beroperasi.

Kapal tersebut memiliki kapasitas hingga 65 unit kendaraan kecil. Namun, karena masih tergolong armada baru, pengangkutan kendaraan berukuran besar masih dibatasi.
"Berhubung ini kapal baru, untuk kendaraan besar seperti truk tronton sementara kami batasi lima unit, bus tiga unit, dan selebihnya kendaraan sedang," jelas Retarto.
Pembatasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian awal pengoperasian kapal. PT Trisila Laut juga membuka kemungkinan menambah armada dengan spesifikasi serupa.
"Ke depan, kami berencana menambah lagi kapal tipe sejenis dengan kapasitas di atas 2.400 GRT," tambahnya.
Retarto mengatakan tambahan kapal berukuran jumbo tersebut salah satunya disiapkan untuk menghadapi kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Menurut dia, kepadatan dapat meningkat signifikan ketika memasuki *peak season*, terlebih apabila terdapat gangguan operasional seperti perbaikan dermaga.
"Pengadaan kapal besar ini salah satunya untuk menyiasati kemacetan di Ketapang. Pada saat *peak season*, apalagi saat ada perbaikan dermaga dan kegiatan protokoler Presiden, sempat terjadi kemacetan luar biasa," katanya.
Dia menambahkan, pihak ASDP maupun KSOP juga mendorong penggunaan kapal dengan kapasitas lebih besar untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di lintasan tersebut.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto Heriawan, menyambut positif tambahan armada tersebut.
Menurut Syahrianto, kapal dengan kapasitas besar dibutuhkan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, khususnya ketika terjadi peningkatan volume penyeberangan.
"Ini sangat positif, kapal baru yang masuk tentu membantu kelancaran arus antrean. Kapal-kapal di atas 1.500 hingga 2.000 GRT memang yang sangat kita butuhkan, sehingga proses bongkar muat kendaraan bisa lebih cepat," ujar Syahrianto.
ASDP bersama Kementerian Perhubungan, Gapasdap, dan INFA juga terus melakukan penyesuaian pola operasi armada serta peningkatan fasilitas pelabuhan secara bertahap.
Syahrianto mengatakan kapasitas dermaga juga akan terus ditingkatkan agar dapat melayani kapal berukuran besar.
"Secara bertahap tiap tahun, dermaga akan ditingkatkan daya tampungnya hingga 50 ton agar bisa mengakomodasi kapal-kapal di atas 2.000 GRT," jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut penting terutama ketika lintasan menghadapi kondisi abnormal atau kepadatan ekstrem. Kapal berkapasitas besar dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu mengalihkan dan menampung kendaraan.
Dengan masuknya KMP Trisila Bhakti 3, jumlah kapal yang dapat dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk kini mencapai 57 kapal. Namun, dalam operasional harian, jumlah kapal yang berlayar berada di kisaran 28 hingga 30 kapal, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi layanan penyeberangan. (ep)

