Imbas Jalur Amblas di Jember, Penumpang 3 KA Dipindahkan Pakai 19 Bus

1bubu2.jpg Bus saat Menjemput Penumpang Kereta di Stasiun Kaibaru dan Petugas Memperbaiki Jalur yang Ambles (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - KAI Daop 9 Jember mengerahkan 19 armada bus untuk mengangkut penumpang kereta api yang terdampak gangguan jalur rel di petak jalan Ledokombo-Sempolan, Jember. Pemindahan dilakukan menggunakan metode overstappen sebagai langkah antisipasi agar perjalanan penumpang tetap bisa berlanjut.


Kepala Stasiun Kalisetail, Ibnu Afandi, mengatakan langkah tersebut diterapkan terhadap penumpang tiga kereta api antarkota, yakni KA Logawa, KA Tawang Alun, dan KA Sri Tanjung. Ketiga kereta itu memiliki jadwal keberangkatan saat jalur rel di Sempolan masih mengalami gangguan akibat gogosan atau tanah amblas.


"Untuk penumpang yang terdampak gangguan jalur Sempolan, KAI melakukan langkah overstappen. Penumpang dipindahkan menggunakan armada bus agar perjalanan mereka tetap bisa dilanjutkan," ujar Ibnu, Senin (02/10/2026).


Menurut Ibnu, total ada 19 armada bus yang disiapkan untuk mendukung proses pemindahan penumpang. Sebanyak delapan bus ditempatkan di Stasiun Glenmore, sementara 11 bus lainnya disiagakan di Stasiun Kalibaru.


"Total ada 19 armada bus yang disiapkan. Delapan bus berada di Stasiun Glenmore dan 11 bus lainnya di Stasiun Kalibaru," jelasnya.


Penumpang dari tiga kereta tersebut kemudian diangkut menuju Stasiun Kalisat, Jember. Setibanya di sana, mereka dapat menunggu hingga jalur rel selesai diperbaiki dan perjalanan kereta bisa dilanjutkan.


Ibnu menjelaskan, metode overstappen merupakan upaya KAI untuk mengantisipasi dampak gangguan operasional. Dengan pemindahan menggunakan bus, penumpang tidak harus menunggu di stasiun sekitar lokasi jalur yang mengalami kerusakan.


Gangguan perjalanan itu bermula saat jalur rel di Km 10+0/1 petak jalan Ledokombo-Sempolan mengalami gogosan akibat luapan air. Kondisi tersebut membuat KAI melakukan penanganan darurat dan menerapkan pengamanan perjalanan kereta api.


Penanganan gogosan dinyatakan selesai pada Senin (02/11/2026) pukul 10.07 WIB. Jalur kemudian kembali dapat dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam.


Kereta api pertama yang melintas setelah jalur dibuka kembali adalah KA Logawa relasi Ketapang-Purwokerto pada pukul 11.08 WIB. Meski demikian, KAI tetap melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap kondisi prasarana untuk memastikan keselamatan perjalanan. (ep)