Kereta Api Logawa Melintas di Area Longsoran Tanah yang Telah Diperbaiki (Foto: Daop 9/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Jalur kereta api di petak jalan Ledokombo-Sempolan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali bisa dilalui setelah mengalami gogosan atau penggerusan tanah akibat luapan air, Senin (02/11/2026). Meski penanganan telah selesai, perjalanan kereta api di lokasi tersebut masih dibatasi dengan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam.
PT KAI Daop 9 Jember menyatakan penanganan gogosan di Km 10+0/1 selesai dilakukan pada pukul 10.07 WIB. Setelah pemeriksaan kondisi jalur, Semboyan 3 sebagai tanda bahaya dicabut dan diganti dengan Semboyan 2C, yang menandakan jalur dapat dilalui dengan pembatasan kecepatan.
Kereta api pertama yang melintasi petak jalan tersebut setelah dibuka kembali adalah KA Logawa relasi Ketapang-Purwokerto pada pukul 11.08 WIB.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan jalur telah dapat digunakan kembali setelah petugas menyelesaikan penanganan darurat. Namun, pembatasan kecepatan tetap diberlakukan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
"Penanganan gogosan di petak jalan Ledokombo-Sempolan telah selesai pada pukul 10.07 WIB. Setelah dilakukan penanganan dan pemeriksaan, jalur sudah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas maksimal 5 km/jam. Kami tetap mengedepankan kehati-hatian karena keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama," ujar Cahyo, dalam keterangan resminya, Senin (02/11/2026).
Dia menjelaskan, penanganan dilakukan melalui pembersihan material di sekitar jalur rel, penguatan tebing, penambahan material ballast atau batu penyangga rel, serta pemasangan tanggul penahan tanah.
Meski jalur telah kembali bisa dilalui, KAI masih melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara intensif. Pembatasan kecepatan diterapkan untuk mengantisipasi potensi risiko selama proses evaluasi lanjutan terhadap kondisi prasarana.
"Walaupun jalur sudah bisa dilalui, pemantauan tetap kami lakukan secara intensif. Pembatasan kecepatan diberlakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan kondisi prasarana tetap aman dan memenuhi persyaratan keselamatan," jelasnya.
Gangguan jalur tersebut sebelumnya berdampak pada perjalanan penumpang KA Pandanwangi relasi Jember-Ketapang maupun sebaliknya. Sejumlah penumpang sempat tertahan di stasiun, sementara penumpang lainnya terpaksa menunda perjalanan akibat pembatalan kereta.
Salah seorang penumpang, Okta, mengaku perjalanannya dari Jember menuju Temuguruh terhenti di Stasiun Kalisat. Ia berangkat menggunakan KA Pandanwangi pada pukul 05.10 WIB, tetapi perjalanannya terganggu akibat kendala di jalur rel.
"Saya perjalanan dari Jember tujuan Temuguruh dan terhenti di Stasiun Kalisat. Ini berangkat jam 05.10 tadi dari Jember," kata Okta.
Penumpang lainnya, Fadila, juga harus menunda perjalanan menuju Banyuwangi yang rencananya ditempuh menggunakan KA Pandanwangi melalui Stasiun Kalisetail. Ia mengaku hanya bisa menerima situasi tersebut karena kendala itu tidak dapat diperkirakan sebelumnya.
"Ya mau gimana lagi, namanya juga ada kendala yang tidak bisa diprediksi," ujarnya. (ep)

