Rail Clinic dan Perpustakaan KAI saat Hadir di Stasiun Singojuruh, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Layanan kesehatan gratis dan perpustakaan keliling dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) hadir di Stasiun Singojuruh, Banyuwangi, Kamis (22/10/2026). Melalui program Rail Clinic dan Rail Library, KAI menyasar masyarakat di sekitar jalur kereta api untuk mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan sekaligus fasilitas literasi.
Kegiatan tersebut digelar oleh KAI Daerah Operasi (Daop) 9 Jember dalam rangka memperingati HUT ke-81 KAI. Sejumlah layanan disediakan, mulai dari pemeriksaan medis gratis, bantuan kacamata untuk pelajar, hingga penyaluran kursi roda bagi warga kurang mampu.
Dalam kegiatan itu, KAI menargetkan sebanyak 150 warga memperoleh layanan pengobatan gratis. Selain itu, sebanyak 67 siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Singojuruh menerima bantuan kacamata, sedangkan empat unit kursi roda disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Deputy Daop 9 Jember, Dwi Sulistiyono, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut Dwi, keberadaan kereta api selama ini identik dengan layanan transportasi yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lain. Namun, melalui Rail Clinic dan Rail Library, KAI berupaya memperluas kontribusinya melalui pelayanan kesehatan dan pendidikan.
“Kereta api selama ini menghubungkan masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Melalui Rail Clinic dan Rail Library, kami ingin memperluas manfaat kehadiran KAI dengan mendekatkan layanan kesehatan, literasi, dan edukasi keselamatan kepada masyarakat,” kata Dwi, Kamis (22/10/2026).
Dia berharap layanan tersebut bisa membantu masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi anak-anak.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi anak-anak,” imbuhnya.
Pelayanan kesehatan dalam kegiatan tersebut melibatkan tenaga medis dan personel pendukung dari berbagai bidang. Layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan mata, pemeriksaan laboratorium sederhana, hingga konsultasi kesehatan.
Tim pelayanan terdiri atas dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), dokter umum, dokter gigi, bidan, apoteker, perawat, tenaga optik, pustakawan, serta analis laboratorium.
Selain pelayanan medis, masyarakat juga dapat mengakses fasilitas Rail Library. Perpustakaan keliling berbasis kereta itu menyediakan ratusan buku fisik serta fasilitas e-Library dengan layar sentuh yang terhubung ke internet. Pengunjung dapat memanfaatkan bahan bacaan digital dan video edukatif yang tersedia.
Bantuan kacamata diberikan kepada siswa dari tiga sekolah, yakni 18 siswa SDN Singojuruh 01, 10 siswa SDN Singojuruh 02, dan 39 siswa SMPN Singojuruh 01. Selain itu, 40 siswa mendapatkan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kesehatan gigi.
Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, layanan kesehatan dan perpustakaan melalui kereta menjadi bentuk kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar jalur rel.
Komang menilai program sosial seperti itu perlu dikembangkan agar cakupan penerima manfaat semakin luas. Ia berharap KAI dapat menambah durasi pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya.
“Kami sangat menyambut baik bahwa ini adalah salah satu bentuk kolaborasi yang sangat positif. KAI selalu melakukan hal-hal inovasi yang terbaru,” ujar Komang.
Ia menyebut inovasi KAI tidak hanya berkaitan dengan layanan transportasi, tetapi juga mencakup kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Beberapa layanan kemarin terakhir uji coba layanan kereta logistik, sekarang ada layanan terkait dengan kesehatan dan perpustakaan. Ini bentuk lain dari transportasi yang diberikan layanan utama dari KAI,” lanjutnya.
Komang berharap program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR KAI dapat ditingkatkan pada masa mendatang, baik dari sisi durasi maupun jumlah warga yang dilayani.
“Kami memohon tahun depan supaya ada peningkatan hari maupun jumlah layanannya. Sehingga tidak hanya satu hari, tapi bisa dua hari,” katanya.
Dia juga berharap jumlah penerima manfaat dapat diperluas sehingga lebih banyak warga di sekitar jalur kereta api yang memperoleh layanan kesehatan maupun pendidikan.
“
Sehingga masyarakat yang ada di sekitar jalur kereta api akan merasakan manfaatnya, sehingga mereka akan mampu untuk menerima hal-hal yang positif untuk keamanan, keselamatan layanan kereta api di sekitar jalur kereta api,” imbuh Komang.
Melalui kegiatan di Stasiun Singojuruh tersebut, layanan kesehatan, literasi, dan edukasi keselamatan disatukan dalam satu program yang menyasar masyarakat di sekitar jalur kereta api. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dengan cakupan penerima manfaat yang lebih besar pada tahun mendatang. (ep)

