Kepulan Asap Tak Ganggu Pendakian Gunung Raung Via Wonorejo Banyuwangi

11ssae.jpg Pendaki Berfoto Bersama di Puncak Gunung Raung pada Agustus 2026 (Foto: Dimas Wahyu Pramana)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kepulan asap yang terlihat di kawasan lereng Gunung Raung, Rabu (19/08/2026) tidak berdampak terhadap aktivitas pendakian melalui jalur Wonorejo, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Aktivitas pendakian masih berlangsung seperti biasa.


Salah satu operator trip pendakian Raung via Wonorejo, Dimas Wahyu Pramana, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait kepulan asap tersebut. Namun, lokasi kepulan asap berada jauh dari jalur pendakian yang biasa dilalui pendaki.


"Kami sudah mendapat informasi terkait itu (kepulan asap), namun arealnya tidak berada pada jalur pendakian. Itu di wilayah Jambewangi," ujar Dimas saat dikonfirmasi, Rabu (19/08/2026).


Menurutnya, kondisi tersebut sejauh ini tidak berpengaruh terhadap aktivitas pendakian. Titik kepulan asap berada cukup jauh dari jalur yang digunakan para pendaki melalui Wonorejo.


"Terlihat hal itu tidak berpengaruh pada aktivitas pendakian karena titik api berada sangat jauh dari jalur pendakian yang kita lalui selama ini," katanya.


Meski demikian, jumlah pendaki saat ini mulai menurun dibandingkan periode sebelumnya. Aktivitas pendakian sempat mengalami peningkatan saat momentum libur sekolah.


"Memang masih ada pendaki yang hari ini melakukan aktivitas pendakian, namun jumlahnya sudah turun. Karena puncak aktivitas pendakian terjadi pada libur sekolah kemarin. Sekarang sudah mulai melandai," jelasnya.


Dimas menambahkan, munculnya kepulan asap tersebut justru menjadi pengingat bagi operator dan pemandu pendakian untuk semakin memperketat edukasi kepada para pendaki terkait potensi kebakaran di kawasan gunung.


Menurutnya, para operator maupun tour guide telah diwanti-wanti agar memberikan pemahaman kepada pendaki untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memunculkan sumber api.


"Misalnya tidak membuat api unggun sembarangan, tidak membakar sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan memastikan api benar-benar padam setelah digunakan untuk keperluan tertentu," ujarnya.


Edukasi tersebut, lanjut Dimas, sebenarnya telah diberikan jauh sebelum munculnya kepulan asap. Imbauan disampaikan menyusul kondisi musim kemarau berkepanjangan yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering.


"Imbauan seperti itu sudah kami sampaikan sejak jauh-jauh hari. BPBD melalui Muspika juga sudah mengingatkan karena kondisi kemarau berkepanjangan memang bisa memicu kebakaran lahan, khususnya di wilayah pendakian," ungkapnya.


Operator pendakian juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi di sekitar Gunung Raung.


"Kami terus berkoordinasi terkait perkembangan ini, baik dengan Muspika maupun pihak PPGA Raung," tambah Dimas.


Di sisi lain, aktivitas pendakian Gunung Raung tetap harus memperhatikan rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan pihak berwenang. Gunung Raung saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diminta tidak mendekati pusat erupsi di kawah puncak dalam radius 3 kilometer serta tidak turun ke kaldera.


Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Agung Tri Subekti, sebelumnya menegaskan bahwa rekomendasi tersebut tetap harus dipatuhi para pendaki.


"Status masih Waspada, plus rekomendasi tidak ada masyarakat yang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak," ujar Agung.


Agung juga mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati pusat erupsi di kawah puncak, menuruni kaldera, maupun bermalam di kawasan kawah. Rekomendasi tersebut menjadi batas keselamatan yang harus diperhatikan seluruh pihak, termasuk pendaki dan operator perjalanan.


Dengan kondisi tersebut, operator pendakian via Wonorejo memastikan aktivitas pendakian tetap dilakukan dengan mengedepankan keselamatan. Informasi mengenai perkembangan kondisi gunung juga terus dipantau dan dikoordinasikan dengan pihak berwenang.


Para pendaki pun diimbau tidak hanya memperhatikan kondisi jalur, tetapi juga menjaga kawasan gunung dari potensi kebakaran dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api. (ep)