Petugas Damkar Memadamkan Api di Kafe yang Kebakaran (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kafe Kedai De' Gentong Guesthouse & Resto di Dusun Watu Ulo, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, terbakar pada Minggu (27/9/2026) dini hari. Kebakaran kafe yang terletak di selatan Stasiun Banyuwangi Kota diduga dipicu korsleting listrik pada bagian dapur.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Laporan kejadian diterima Call Center Damkarmat pada pukul 00.47 WIB.
"Petugas kemudian berangkat pada pukul 00.51 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 01.02 WIB. Penanganan langsung dilakukan setelah petugas tiba di lokasi," kata Edy.
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan pengamatan untuk mengetahui sumber api, kondisi bangunan, serta arah rambatan kobaran.
Tim kemudian menggelar dua selang berukuran 1,5 inci dan satu selang berukuran 2,5 inci. Penyemprotan air dilakukan secara bertahap dan terarah untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke bangunan lainnya.
"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.43 WIB. Setelah itu petugas melakukan pendinginan dan penyisiran di seluruh area yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara maupun sumber panas yang berpotensi menyebabkan api kembali menyala," ujar Edy.
Penanganan kemudian dinyatakan selesai sekitar pukul 03.01 WIB.
Edy menjelaskan, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, sebelum kebakaran terjadi Kedai De' Gentong dalam kondisi tutup. Pemilik sebelumnya sempat mengecek bagian dapur untuk memastikan tempat usaha dalam kondisi aman.
Setelah itu pemilik meninggalkan kedai dan menuju penginapan yang berada sekitar 40 meter dari lokasi.
Sementara itu, dua saksi yang berada tidak jauh dari lokasi sedang duduk di bagian depan. Beberapa saat kemudian, keduanya melihat ke arah timur dan mendapati kobaran api disertai kepulan asap dari area kedai.
"Kedua saksi kemudian mendekati lokasi untuk memastikan sumber api. Setelah mengetahui terjadi kebakaran, saksi memanggil pemilik dan selanjutnya salah satu saksi menghubungi Call Center Damkarmat untuk meminta bantuan," jelas Edy.
Dari hasil investigasi awal, titik api diduga berasal dari kabel listrik di bagian dapur. Korsleting diduga menimbulkan percikan api yang kemudian mengenai material kayu pada bagian atap.
"Api kemudian membesar dan karena kondisi angin cukup kencang, kobaran api dengan cepat merambat ke bagian lain bangunan," ungkapnya.
Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 12 x 18 meter. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta. Kerugian meliputi bangunan, tiga kulkas, fryer, kompor, microwave, etalase, lemari, meja dan sejumlah perlengkapan lainnya.
Sebanyak sembilan personel Damkarmat dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut, meliputi Regu Brama 2, Regu Brama 1, Bidang Pemadam dan Penyelamatan serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Petugas juga mendapat dukungan dari Polri dan warga. (ep)

