Diduga Uang Palsu (Upal) yang Ditemukan di Desa Wonosobo, Kec. Srono Banyuwangi
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dugaan peredaran uang palsu (upal) mulai meresahkan warga di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Sejumlah pelaku usaha kecil disebut menerima uang yang diduga palsu saat melayani transaksi.
Informasi tersebut mencuat setelah seorang anggota BPD Wonosobo yang juga mengelola agen BRILink mengaku menerima uang yang diduga palsu. Sebagian uang disebut telah dikonfirmasi kepada pelanggan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengecekan.
Sekretaris Desa Wonosobo, Rudi Siliworo Putro, mengatakan dirinya mengetahui informasi tersebut pada Senin malam (21/9/2026), setelah berkeliling memantau sejumlah titik pengecekan sound system. Saat itu, ia mampir ke agen BRILink milik rekannya yang merupakan anggota BPD Komisi Wetan.
"Saya dapat cerita dari teman, beliau telah menerima upal. Sebagian terkonfirmasi kepada pelanggan dan sebagian belum," kata Rudi saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Rudi mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan uang yang diduga palsu tersebut mulai beredar. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, kejadian tersebut diperkirakan sudah berlangsung sekitar tiga hingga empat hari sebelum dirinya mendapat informasi.
"Kalau tepatnya saya kurang paham, mungkin tiga atau empat hari sebelum saya main ke agen BRILink tersebut," ujarnya.
Rudi menyebut jumlah uang yang diduga palsu tersebut tidak banyak. Namun, menurutnya, peredarannya cukup memprihatinkan karena berpotensi merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro yang belum memiliki alat pendeteksi keaslian uang.
"Ndak banyak, namun memprihatinkan dan sangat berpotensi merugikan. Lebih-lebih bagi UMKM yang belum ada detektor uang," ungkapnya.
Informasi serupa juga diterima Rudi dari wilayah lain. Ia menyebut seorang rekannya di Kepundungan juga mengaku mendapatkan uang yang diduga palsu pecahan Rp50 ribu.
Menurutnya, pelaku usaha kecil berpotensi menjadi sasaran karena transaksi yang dilakukan relatif kecil dan sebagian pedagang belum memiliki mesin pendeteksi uang dengan sinar ultraviolet atau inframerah.
"Rata-rata yang disasar UMKM kecil. Mereka tidak punya alat dan belanjanya juga kecil," jelas Rudi.
Meski demikian, Rudi mengatakan sejauh ini belum ada laporan tambahan yang diterima Pemerintah Desa Wonosobo terkait dugaan peredaran uang palsu tersebut selain informasi dari agen BRILink dan rekannya.
"Sejauh ini belum ada laporan lagi selain di BRILink tersebut," katanya.
Rudi mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha, lebih teliti ketika menerima pembayaran tunai. Jika merasa ragu terhadap keaslian uang yang diterima, pedagang diminta tidak memaksakan transaksi.
"Harapan kami, untuk semua pelaku usaha dan semua warga lebih waspada dan selektif dalam menerima alat pembayaran," ujarnya.
"Jika ragu, lebih baik tidak diterima dan minta ganti saja. Bila ada hal-hal di luar kewajaran, bisa menghubungi petugas yang berwenang," pungkasnya. (ep)

