Petugas Damkar Memadamkan Api di Lahan Kosong Wilayah Kecamatan Genteng, Banyuwangi (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dua kebakaran lahan kosong terjadi nyaris bersamaan di wilayah Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Sabtu (26/9/2026). Kedua kebakaran terjadi di Desa Genteng Kulon dan Desa Genteng Wetan.
Kebakaran pertama terjadi di lahan kosong milik Desa Genteng Kulon, Dusun Kopen, sekitar pukul 10.25 WIB. Api membakar lahan seluas kurang lebih 15 meter × 10 meter.
Tak lama berselang, kebakaran kembali dilaporkan terjadi di lahan kosong di Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, sekitar pukul 11.50 WIB. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 20 meter × 10 meter.
Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno, mengatakan petugas harus bergerak cepat karena kedua kejadian berlangsung dalam rentang waktu yang berdekatan.
"Jadi hari ini ada dua kejadian kebakaran lahan di wilayah Genteng yang waktunya hampir bersamaan. Yang pertama di Genteng Kulon, kemudian tidak lama berselang ada laporan kebakaran lahan di Genteng Wetan," ujar Sutikno.
Menurut Sutikno, kebakaran di Genteng Kulon pertama kali diketahui warga. Api terlihat membakar tumpukan sampah dan kemudian merambat ke material kering di sekitarnya.
"Warga sempat melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan yang ada. Namun karena api terus menjalar, akhirnya warga melaporkan kejadian tersebut kepada Damkarmat," jelasnya.
Petugas Damkarmat Sektor Genteng tiba di lokasi pertama sekitar pukul 10.49 WIB. Pemadaman dimulai pukul 10.53 WIB dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.10 WIB. Penanganan kemudian dinyatakan selesai pukul 11.40 WIB.
Belum lama setelah penanganan di lokasi pertama, petugas kembali menerima laporan kebakaran lahan di Genteng Wetan.
"Setelah penanganan di Genteng Kulon selesai, kami mendapat laporan lagi dari Genteng Wetan. Tim langsung bergerak untuk melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas," kata Sutikno.
Di lokasi kedua, petugas tiba sekitar pukul 12.16 WIB. Pemadaman dilakukan dengan menggelar tiga selang berukuran 1,5 inci dan menggunakan satu nozzle untuk mengarahkan semprotan air ke titik api.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.25 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan penyisiran hingga seluruh penanganan selesai sekitar pukul 12.50 WIB.
Sutikno mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal di kedua lokasi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah.
"Untuk penyebab sementara diduga dari pembakaran sampah. Di sekitar titik api terdapat material kering seperti alang-alang dan daun bambu yang mudah terbakar," ungkapnya.
Kondisi material yang kering ditambah tiupan angin membuat api lebih mudah merambat.
"Kalau sampah dibakar kemudian mengenai material yang kering, api bisa dengan cepat menjalar. Apalagi ada angin, sehingga warga perlu berhati-hati ketika membakar sampah," imbuhnya.
Dalam dua kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Kerugian materiil juga nihil karena api berhasil ditangani sebelum meluas ke bangunan atau permukiman.
Sutikno mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama ketika kondisi lahan kering dan angin cukup kencang.
"Kalau memang harus membakar sampah, pastikan api benar-benar diawasi dan jangan ditinggalkan sebelum padam. Lebih baik sampah dikelola dengan cara yang aman daripada berisiko menimbulkan kebakaran," pungkasnya. (ep)

