Sapi Kurban di Salah Satu Masjid di Desa Glagahagung, Kec. Purwoharjo, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Suasana Hari Raya Iduladha di Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi selalu punya cerita tersendiri. Tahun ini, warga desa tersebut kembali menggelar tradisi kurban dalam jumlah besar dengan total sekitar 143 ekor sapi yang disembelih secara gotong royong.
Jumlah hewan kurban yang fantastis itu tersebar di sejumlah masjid di lima dusun di Desa Glagahagung, yakni Dusun Jatiluhur Barat, Jatiluhur Timur, Jatirejo Utara, Jatirejo Selatan dan Dusun Jatimulyo. Tradisi tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi simbol kekompakan warga dalam memaknai ibadah kurban.
Salah satu titik penyembelihan terbesar berada di Masjid An-Nur, Dusun Jatiluhur Barat. Di lokasi ini saja, panitia menyembelih sebanyak 35 ekor sapi hanya dalam waktu kurang dari sehari.
Ketua Panitia Kurban Masjid An-Nur, Maryanto mengatakan proses penyembelihan dilakukan sejak pagi dengan melibatkan tim jagal profesional dibantu puluhan warga dan panitia.
“Untuk penyembelihan sudah ditangani oleh orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Alhamdulillah sebelum pukul 14.00 WIB seluruh 35 ekor sapi di sini sudah selesai dipotong,” ujar Maryanto, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, proses pengerjaan dilakukan secara terstruktur. Para penjagal bertugas memisahkan daging dan kulit sapi, sementara warga dan panitia membantu proses pencacahan hingga distribusi daging kurban.
Dari puluhan sapi tersebut, total daging yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 5 ton 305 kilogram di masjid tersebut. Daging itu kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar secara merata.
“Setiap warga mendapatkan sekitar 3,5 kilogram daging. Sedangkan warga yang ikut berkurban menerima sekitar 7,5 kilogram,” jelasnya.
Jika ditotal dengan pembagian tambahan dari anggota keluarga yang ikut kurban, dalam satu rumah tangga warga bahkan bisa membawa pulang hingga sekitar 10 kilogram daging kurban.
Maryanto menyebut, tradisi kurban dalam jumlah besar ini lahir dari kesadaran dan semangat kebersamaan masyarakat setempat. Mayoritas warga mengikuti program kurban kolektif dengan sistem gotong royong.
Satu ekor sapi biasanya ditanggung tujuh orang yang sebagian besar masih memiliki hubungan keluarga. Setiap bulan mereka menyisihkan uang dan menitipkannya kepada panitia hingga dana mencukupi untuk membeli sapi kurban.
“Ini murni dari semangat kebersamaan warga. Mereka menabung sedikit demi sedikit setiap bulan demi bisa ikut kurban bersama,” katanya.
Tradisi tersebut telah berjalan selama sembilan tahun terakhir dan terus mengalami peningkatan jumlah hewan kurban setiap tahunnya. Maryanto berharap budaya gotong royong dan kekompakan warga Glagahagung bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.
“Harapan kami semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga dan bisa menular ke wilayah lain dalam memaknai Idul Adha,” tambahnya.
Di sisi lain, tingginya jumlah hewan kurban membuat petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi melalui tim Puskeswan turut melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan sapi sebelum dan sesudah penyembelihan.
Dokter hewan dari Puskeswan Purwoharjo, drh Taat Wahyudi mengatakan pihaknya menemukan tiga ekor sapi yang menunjukkan gejala mengarah pada Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Namun hewan tersebut langsung ditangani sesuai prosedur kesehatan hewan.
“Ada tiga sapi yang kami temukan menunjukkan gejala mengarah ke PMK. Tapi sudah kami lakukan penanganan dan dagingnya dipastikan aman dikonsumsi,” ujar Taat.
Selain itu, petugas juga menemukan sekitar 10 ekor sapi yang terindikasi mengalami distomatosis atau infeksi cacing hati. Bagian organ yang terjangkit langsung dipisahkan dan dimusnahkan agar tidak ikut terdistribusi ke masyarakat.
“Bagian yang terinfeksi langsung dibuang dan tidak dimasukkan dalam kantong pembagian daging kurban,” tegasnya.
Meski ditemukan sejumlah kasus ringan, Taat memastikan secara umum seluruh daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat aman dan layak konsumsi setelah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan. (ep)

