MPLS 2026 Dimulai, Pengenalan Potensi Diri Jadi Materi Hari Pertama Siswa SMP di Banyuwangi

1mpo.jpg 288 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMP Negeri 2 Genteng, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 mulai digelar di berbagai SMP di Banyuwangi, Senin (13/07/2026). Pada hari pertama, siswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga diajak mengenali potensi diri sebagai bekal mengembangkan minat dan bakat selama menempuh pendidikan.


Salah satu sekolah yang menggelar MPLS adalah SMP Negeri 2 Genteng. Sebanyak 288 siswa baru mengikuti kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (16/7/2026). Mereka terbagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel), meningkat dibanding tahun lalu yang hanya delapan rombel.


Guru SMP Negeri 2 Genteng Agasta Kusuma mengatakan, materi hari pertama difokuskan pada pengenalan potensi diri dan wawasan Wiyata Mandala. Tujuannya agar siswa dapat mengenali kemampuan, minat, serta bakat yang dimiliki sejak awal masuk sekolah.


"Hari ini materinya fokus pada mengenali potensi diri dan wawasan Wiyata Mandala. Kami ingin siswa mulai memahami minat yang mereka miliki sehingga nantinya bisa diarahkan dan dikembangkan melalui berbagai kegiatan di sekolah," kata Agasta.


Menurutnya, proses mengenali potensi diri menjadi penting karena setiap siswa memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Dengan memahami kelebihan masing-masing, siswa diharapkan lebih percaya diri dalam mengikuti kegiatan belajar maupun ekstrakurikuler.


"Potensi diri itu berkaitan dengan minat, bakat, maupun kemampuan yang dimiliki siswa. Ketika sejak awal mereka sudah mengenal dirinya, akan lebih mudah menentukan kegiatan yang sesuai dan mengembangkan kemampuan tersebut," ujarnya.


Agasta menjelaskan, MPLS tahun ini berlangsung selama empat hari dengan materi yang berbeda setiap harinya. Selain pengenalan lingkungan sekolah, siswa juga akan mendapatkan materi terkait tata tertib, karakter, budaya sekolah, hingga pembentukan profil pelajar Pancasila.


"Setiap hari ada materi yang berbeda. Jadi tidak hanya mengenalkan sekolah, tetapi juga memberikan bekal agar siswa lebih siap mengikuti proses belajar di jenjang SMP," tambahnya.


Di hari pertama sekolah, suasana haru dan semangat juga terlihat dari para orang tua yang mengantar anak-anaknya. Bahkan di sejumlah sekolah di Banyuwangi, banyak siswa datang didampingi ayah mereka sebagai bagian dari gerakan mengantar anak di hari pertama masuk sekolah.


Gangga, salah seorang peserta MPLS, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Meski sempat merasa gugup karena memasuki lingkungan baru, ia mulai merasa nyaman setelah berkenalan dengan teman-teman seangkatannya.


"Awalnya deg-degan karena baru masuk SMP. Tapi setelah ikut MPLS jadi lebih semangat karena bisa kenal teman baru dan tahu kegiatan yang ada di sekolah," ujarnya.


Hal serupa disampaikan Takia. Siswa baru itu mengaku senang karena mendapat materi yang membantunya memahami kemampuan dan minat yang dimiliki.


"Tadi diajak mengenali potensi diri. Menurut saya menarik karena jadi tahu kalau setiap siswa punya kelebihan masing-masing yang bisa dikembangkan selama sekolah," kata Takia.


Melalui MPLS, sekolah berharap siswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, tetapi juga semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan begitu, masa transisi dari sekolah dasar ke jenjang SMP dapat berjalan lebih lancar dan menyenangkan. (ep)