UNIIB Banyuwangi Terjunkan 273 Mahasiswa KKN-PPM, Siap Bawa Program ke Desa

IMG-20260716-WA0010.jpg Rektor UNIIB dan Jajaran Pemdes-Forpimka Setempat Berfoto Bersama di Penerjunan Mahasiswa KKN-PPM 2026 (Foto: Nanda/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar penerjunan mahasiswa yang akan melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2026 yang berlokasi di Kantor Desa Sukonatar, Kecamatan Srono pada Rabu (15/07/2026).


Sebanyak 273 mahasiswa dari empat fakultas berbeda diterjunkan dalam KKN-PPM kali ini. Para peserta KKN akan dibagi menjadi 18 kelompok yang mewakili masing-masing desa di empat kecamatan. Antara lain: Srono sebanyak 7 Kelompok, Cluring 6 kelompok, Gambiran 4 kelompok, dan Kalipuro 2 kelompok.


Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag, M.HI. mengharapkan dengan adanya kegiatan ini, para mahasiswa dapat berkolaborasi dengan masyarakat dalam rangka mengimplementasikan ilmu yang selama ini telah dipelajari di kampus. Peserta KKN diharapkan mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat serta meningkatkan kemampuan mereka.


"Harapannya dengan kegiatan ini, mahasiswa yang kita terjunkan di acara KKN-PPM ini bisa berkolaborasi dengan masyarakat dalam rangka mengimplementasikan ilmunya yang selama ini ditimba di kampus tercinta kita," Terangnya.


Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNIIB, M. Amir Mahmud, M.A. menjelaskan jika dalam kegiatan yang akan berlangsung selama 40 hari ini tidak hanya sekadar KKN, melainkan juga berbasis metodologi. Para mahasiswa telah dibekali dengan metodologi berupa partisipasi action‐research yang akan menggunakan siklus hingga berakhirnya KKN.


"Mereka dalam KKN itu menggunakan sebuah metodologi, tidak hanya sekadar KKN saja, dan metodologi yang kita ajarkan—kita bekali itu adalah sementara ini kita memakan partisipasi action-research yang mana nanti memakai siklus dari pemberdayaan itu," ujar Amir.


Hal ini bertujuan supaya para mahasiswa dapat membaca kondisi dan masalah yang dialami masyarakat sehingga tercipta sebuah program yang terus berkelanjutan meski kegiatan KKN-PPM telah selesai. (nd)