PCNU Banyuwangi Klarifikasi Polemik Sapi Kurban Presiden: Terjadi Miskomunikasi dalam Proses Penyaluran

12iubui.jpg PCNU Banyuwangi Menerima Bantuan Hewan Kurban (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Polemik terkait penyaluran sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk PCNU Banyuwangi akhirnya menemukan titik terang. Setelah dilakukan komunikasi dengan berbagai pihak, sapi kurban tersebut dipastikan telah diterima oleh PCNU Banyuwangi sesuai peruntukannya.


Sebelumnya, sempat beredar informasi mengenai dugaan salah sasaran dalam distribusi bantuan tersebut. Informasi itu muncul setelah adanya pihak pengantar yang berkoordinasi dengan nama dan ketua struktur kepengurusan yang sebenarnya sudah tidak menjabat lagi.


Menurut keterangan yang diperoleh, pihak pengantar mengakui terjadi miskomunikasi karena masih menggunakan data lama dan belum mengetahui adanya pergantian kepemimpinan di PCNU Banyuwangi.


“Kami mendapatkan penjelasan bahwa pihak yang melakukan pengantaran masih berpedoman pada data dan komunikasi sebelumnya. Mereka mengaku belum mengetahui bahwa telah terjadi pergantian Ketua PCNU Banyuwangi, sehingga muncul kesalahpahaman dalam proses koordinasi awal,” ujar Moh. Karyono Wakil Ketua PCNU Banyuwangi, Sabtu (30/05/2026).


Meski demikian, PCNU Banyuwangi menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berkaitan dengan upaya pengalihan bantuan maupun tindakan yang mengarah pada penyalahgunaan distribusi. Setelah dilakukan konfirmasi dan penyesuaian komunikasi, bantuan sapi kurban Presiden akhirnya diserahkan kepada penerima yang berwenang.


“Kami melihat persoalan ini lebih sebagai problem koordinasi dan pembaruan data kelembagaan. Setelah semua pihak duduk bersama dan melakukan verifikasi, persoalan dapat diselesaikan dengan baik," jelasnya.


PCNU Banyuwangi menyatakan bahwa kasus tersebut menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya validitas data kelembagaan dalam setiap distribusi bantuan publik. Dalam tata kelola organisasi, perubahan kepemimpinan harus segera terintegrasi dalam seluruh jaringan komunikasi agar tidak menimbulkan kekeliruan administratif di lapangan.


“Dalam organisasi sebesar NU, pergantian kepengurusan adalah hal yang biasa. Karena itu, sinkronisasi data menjadi sangat penting agar tidak terjadi miskomunikasi yang dapat memunculkan persepsi yang berbeda di masyarakat,” katanya.


Pihak PCNU Banyuwangi juga mengapresiasi i’tikad baik pihak pengantar yang secara terbuka mengakui adanya miskomunikasi dan segera melakukan koordinasi ulang setelah mengetahui kondisi sebenarnya.


Dengan telah diterimanya sapi kurban bantuan Presiden tersebut, PCNU Banyuwangi berharap polemik yang sempat berkembang dapat disudahi. Fokus utama, menurut mereka, kini adalah memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di waktu-waktu terakhir tasyrik.


“Yang terpenting adalah amanah bantuan Presiden sampai kepada penerima yang tepat dan dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Alhamdulillah, persoalan ini telah terselesaikan dengan baik melalui komunikasi dan tabayyun,” pungkasnya. (*)