Pencuri Jeruk di Banyuwangi Ternyata Pakai Identitas Palsu, Polisi Bongkar Nama Asli Pelaku

1almamal.jpg Pelaku Telah Diringkus Polsek Purwoharjo (Foto: Polsek Purwoharjo/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kasus pencurian jeruk di area persawahan Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, memasuki babak baru. Polisi mengungkap pelaku sempat memberikan identitas palsu saat diamankan warga dan diserahkan ke petugas.


Sebelumnya, pria tersebut mengaku bernama Supriyadi, warga Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Namun setelah pemeriksaan lanjutan, keterangan itu dipastikan tidak benar.


Kapolsek Purwoharjo Agus Suhartono mengatakan penyidik melakukan pendalaman dan pencocokan data secara akurat hingga akhirnya identitas asli pelaku terungkap.


"Pada saat awal diamankan, pelaku mengaku bernama Supriyadi, alamat Kecamatan Cluring. Namun setelah kami lakukan penyelidikan dan interogasi lebih mendalam, identitas tersebut ternyata tidak benar," ujar Agus.


Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan nama asli pelaku adalah SJ, warga Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Banyuwangi.


"Setelah dilakukan verifikasi data dan pendalaman, diketahui pelaku sebenarnya bernama SJ, beralamat di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono," jelasnya.


Menurut Agus, tindakan memberikan identitas palsu diduga dilakukan untuk mengelabui petugas dan menghambat proses hukum.


"Diduga yang bersangkutan sengaja memberikan keterangan palsu agar proses penanganan tidak mudah dilacak. Tetapi semua tetap bisa kami ungkap melalui pemeriksaan lanjutan," tegasnya.


Sebelumnya, pelaku ditangkap warga pada Senin (27/04/2026) sekira pukul 03.00 WIB di area persawahan Desa Bulurejo. Saat itu warga memergoki sepeda motor dengan keranjang berisi buah jeruk hasil curian.


Korban dalam perkara ini mengalami kerugian sekitar Rp 2,55 juta. Polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor serta jeruk hasil curian.


Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polsek Purwoharjo dan proses penyidikan terus berlanjut.


"Kami masih melengkapi berkas perkara serta mendalami kemungkinan adanya aksi serupa di lokasi lain," pungkasnya. (ep)