KMP Portlink VII Usai Kebakaran di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Insiden kebakaran terjadi pada KMP Portlink VII saat kapal tengah bersandar di Dermaga MB IV Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (11/03/2026) malam. Peristiwa tersebut sempat membuat penumpang panik karena api muncul ketika kapal hampir diberangkatkan.
Kapal yang dikenal sebagai kapal “sapu jagat” karena mampu mengangkut hingga sekitar 800 sepeda motor itu saat kejadian tengah melakukan proses pemuatan kendaraan dan penumpang.
Salah satu penumpang, Wahyu H, sopir travel yang berada di dalam kapal, mengaku sempat terkejut saat melihat kobaran api muncul di sisi kanan kapal.
“Kapal waktu itu sudah hampir berangkat karena kendaraan sudah masuk semua. Tiba-tiba terlihat ada api menyala di bagian sisi kanan kapal,” kata Wahyu.
Menurutnya, saat api mulai terlihat, kondisi di dalam kapal sempat membuat penumpang panik. Namun petugas kapal segera memberikan instruksi evakuasi.
“Kami sempat panik karena posisi kapal sudah penuh kendaraan. Tapi kru kapal langsung mengarahkan penumpang untuk turun dan kendaraan dikeluarkan lagi,” ujarnya.
Ia juga memastikan seluruh penumpang berhasil keluar dari kapal sebelum api sempat membesar.
“Alhamdulillah semua penumpang sudah keluar dari kapal. Saat itu kapalnya masih bersandar di dermaga,” tambahnya.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB setelah petugas melakukan upaya pemadaman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengonfirmasi bahwa insiden kebakaran memang terjadi saat kapal sedang melakukan proses pemuatan di Pelabuhan Ketapang.
“Sekitar pukul 20.08 WIB petugas darat melihat adanya percikan api di deck kanan bagian belakang kapal, tepatnya di ruang tunggu penumpang,” kata Windy dalam keterangan resminya.
Mengetahui adanya percikan api, awak kapal langsung melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Upaya tersebut kemudian diperkuat oleh tim tanggap darurat dari darat.
“Awak kapal segera melakukan penanganan awal menggunakan APAR, kemudian diperkuat oleh tim tanggap darurat dari darat menggunakan hydrant air tawar,” jelasnya.
Dalam proses penanganan tersebut, petugas juga mengevakuasi seluruh penumpang serta kendaraan yang sudah berada di dalam kapal.
“Sebanyak 10 kendaraan logistik yang sudah dalam proses pemuatan turut dikeluarkan dari kapal sebagai langkah pengamanan,” terang Windy.
Berkat respons cepat kru kapal dan petugas pelabuhan, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat.
“Api berhasil dipadamkan dan sekitar pukul 20.35 WIB dilaporkan sudah sepenuhnya padam. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa,” ujarnya.
Saat ini penanganan lebih lanjut masih dilakukan oleh tim gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, dan kepolisian. Kapal juga telah dipindahkan untuk proses pemeriksaan.
“Kapal selanjutnya dipindahkan menuju Dermaga Bulusan untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Windy. (ep)

