Ilustrasi AI
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kecelakaan laut terjadi di perairan Pelawangan Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Senin (20/07/2026) dini hari. Sebuah perahu jurek yang mengangkut puluhan anak buah kapal (ABK) terbalik saat hendak masuk ke pelawangan usai mencari ikan.
Akibat insiden tersebut, dua ABK ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan bersama nelayan setempat dan Basarnas Banyuwangi.
Korban meninggal dunia masing-masing adalah Purnomo (60) , warga Dusun Sumberdadi, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, dan Junairi (46) , warga Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring.
Sementara itu, dua korban yang masih dinyatakan hilang yakni Pendik (34) dan Lukman (25) , keduanya warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo.
Kapolsek Purwoharjo IPTU Agus Suhartono mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika perahu jurek Inovasi yang dinakhodai Mamat hendak memasuki Pelawangan Grajagan setelah semalaman melaut.
"Perahu jurek mengalami kecelakaan saat hendak masuk Pelawangan Grajagan usai melaut. Berdasarkan keterangan saksi, kapal sempat terbawa arus dan dihantam gelombang besar hingga akhirnya terbalik," kata Agus.
Perahu milik Edi Siswanto tersebut mengangkut 33 orang, termasuk nahkoda. Berdasarkan keterangan saksi yang juga merupakan salah seorang ABK, saat mendekati pelawangan kondisi laut awalnya terlihat tenang. Namun, kapal tiba-tiba terseret arus sebelum dihantam gelombang besar.
Akibat hantaman ombak, mesin kapal yang semula masih menyala mendadak mati sehingga nahkoda tidak lagi dapat mengendalikan perahu. Dalam hitungan detik, kapal terbalik dan seluruh ABK tercebur ke laut.
Para nelayan berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian maupun berpegangan pada benda-benda yang mengapung seperti galon. Di tengah upaya penyelamatan itu, dua ABK ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di laut oleh nelayan lain.
"Dari kejadian tersebut, dua anak buah kapal ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian. Seluruh unsur terkait bersama nelayan setempat dan Basarnas terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian," ujar Agus.
Mendapat laporan dari warga sekitar pukul 06.00 WIB, personel Polsek Purwoharjo langsung menuju lokasi bersama unsur TNI AL Pos Grajagan, Polairud, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, serta Dinas Perikanan.
Petugas kemudian melakukan identifikasi korban, meminta keterangan para saksi, dan berkoordinasi dengan Basarnas Banyuwangi untuk memperluas pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan.
Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Grajagan terhadap dua korban meninggal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Saat ini, proses pencarian terhadap Pendik dan Lukman masih terus dilakukan dengan menyisir perairan sekitar Pelawangan Grajagan menggunakan perahu nelayan dan melibatkan tim SAR gabungan.
Kapolsek Purwoharjo mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, arus, dan gelombang sebelum melaut, terutama saat melintas di kawasan Pelawangan Grajagan yang dikenal memiliki arus kuat dan ombak yang dapat berubah dengan cepat.(ep)

