Pria Banyuwangi Nyemplung Sumur Usai Diduga Kesurupan, Dievakuasi Setelah 8 Jam

WhatsApp_Image_2026-09-05_at_13_58_17.jpeg Petugas Mengevakuasi Pria yang Berada di Dalam Sumur Desa Temuasri, Kec. Sempu, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Warga Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, digegerkan aksi BS (26), yang menceburkan diri ke dalam sumur. BS diduga mengalami kesurupan sebelum masuk ke dalam sumur pada Sabtu (5/9/2026) pagi.


Petugas Damkar yang datang ke lokasi sempat kesulitan mengevakuasi BS. Sebab, korban mengamuk dan mengeluarkan suara seperti mengaum ketika petugas berusaha mendekatinya.


Koordinator Damkar Genteng Sutikno mengatakan petugas harus berhati-hati karena kondisi korban tidak memungkinkan untuk langsung dievakuasi.


"Korban saat itu berada di dasar sumur dan kondisinya mengamuk, bahkan mengeluarkan suara seperti mengaum. Jadi petugas tidak bisa langsung melakukan evakuasi," kata Sutikno di lokasi.


Menurut Sutikno, kondisi tersebut membuat proses penyelamatan berlangsung cukup lama. Terlebih, BS sudah berada di dalam sumur selama hampir delapan jam.


"Kurang lebih sudah hampir delapan jam korban berada di dalam sumur. Kami khawatir kalau terlalu lama bisa mengalami hipotermia. Karena itu, bagaimana caranya korban harus segera dikeluarkan," ujarnya.


Petugas kemudian berusaha melakukan pendekatan untuk menenangkan korban. Namun upaya tersebut sempat menemui jalan buntu lantaran BS masih terus mengamuk.


"Sudah kami lakukan upaya untuk menyadarkan dan menenangkan korban, tetapi memang belum berhasil. Kondisinya masih tidak terkendali," terang Sutikno.


Di tengah proses tersebut, seorang ahli spiritual didatangkan ke lokasi. Setelah dilakukan pembacaan mantra dan pembakaran dupa, kondisi Bayu disebut mulai berubah.


"Setelah ada ahli spiritual yang datang, dilakukan pembacaan mantra dan pembakaran dupa. Setelah itu korban mulai sadar dan kondisinya menjadi lebih tenang," kata Sutikno.


BS yang sebelumnya mengamuk kemudian tersadar. Tubuhnya terlihat lemas dan ia meminta bantuan agar segera dikeluarkan dari dasar sumur.


"Begitu korban sudah sadar, dia langsung meminta bantuan untuk dikeluarkan. Saat itu kondisinya sudah lemas, sehingga kami langsung bergerak untuk melakukan evakuasi," jelasnya.


Petugas Damkar kemudian kembali melakukan evakuasi. Proses tersebut turut dibantu teman korban yang ikut turun ke dasar sumur.


"Teman korban juga ikut membantu di bawah. Setelah kondisi korban memungkinkan, kami langsung melakukan pengangkatan dari dalam sumur," imbuh Sutikno.


Evakuasi akhirnya berhasil dilakukan dalam waktu singkat setelah BS tersadar. Korban berhasil dibawa ke permukaan dalam kondisi selamat.


"Alhamdulillah korban berhasil kami evakuasi dengan selamat. Tidak ada luka serius yang kami temukan, hanya kondisinya lemas setelah cukup lama berada di dalam sumur," ungkap Sutikno.


Setelah berhasil dievakuasi, BS mendapatkan penanganan medis ringan. Warga yang sejak awal menyaksikan proses penyelamatan kemudian ikut memastikan kondisi korban setelah berada di luar sumur.


Sutikno menegaskan dalam proses penyelamatan tersebut petugas lebih mengutamakan keselamatan korban dan personel.


"Prinsipnya kami tidak bisa gegabah. Apalagi korban masih mengamuk, sehingga keselamatan korban dan petugas harus sama-sama diperhatikan. Begitu kondisinya sudah tenang, proses evakuasi bisa dilakukan," pungkasnya.


Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar. Hingga kini, penyebab Bayu sampai menceburkan diri ke dalam sumur masih belum diketahui secara pasti. Dugaan korban mengalami kesurupan muncul berdasarkan kondisi dan perilakunya saat berada di dalam sumur. (ep)