Macet Horor Bangsring-Ketapang, Sopir Truk Mengaku Rugi Ratusan Ribu Rupiah

1nihi.jpg Kemacetan Panjang Bangsring ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada September 2026 (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kemacetan parah terjadi di jalur Pantura Banyuwangi. Antrean kendaraan mengular dari kawasan Bangsring hingga Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, dan berlanjut menuju Pelabuhan Ketapang.


Kemacetan tersebut membuat sejumlah sopir truk terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam di jalan. Tak hanya kehilangan waktu, kondisi itu juga membuat pengeluaran mereka bertambah hingga ratusan ribu rupiah, terutama untuk bahan bakar.


Roni (30), sopir truk tronton pengangkut logistik, mengatakan dirinya sudah terjebak antrean sejak sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Bengkak. Empat jam berlalu, kendaraannya masih belum juga tiba di Pelabuhan Ketapang.


"Berat, rugi BBM, tenaga dan waktu. Saya bawa logistik, walaupun bahan kering tapi ini kan penting. Parah," kata Roni.


Menurut Roni, kemacetan panjang bukan kali pertama dia alami. Dalam dua pekan terakhir, dia mengaku sudah tiga kali terjebak antrean kendaraan di jalur tersebut.


"Dua minggu saya kena tiga kali. Ini belum tentu bisa masuk kapal. Masih antre dulu nanti di kantong parkir," ujarnya.


Roni menilai kondisi kali ini jauh lebih parah. Para pengemudi harus menunggu dalam antrean panjang tanpa mengetahui kapan kendaraan mereka bisa kembali bergerak menuju pelabuhan.


Keluhan serupa disampaikan Dwiyanto, sopir truk pengangkut ayam potong. Dia mengaku baru saja keluar dari Pelabuhan Tanjungwangi setelah mengantarkan muatan ke Lombok. Rencananya, dia kembali mengambil muatan ayam.


"Saya ada dua truk, bawa ayam dari Malang. Habis antar ke Lombok ini mau ambil lagi," ujar Dwi.


Namun, rencana tersebut terancam terganggu akibat kemacetan yang terjadi di jalur menuju Ketapang. Dwiyanto khawatir jika antrean belum terurai hingga hari berikutnya, dirinya tidak dapat kembali mengangkut muatan sesuai jadwal.


Apalagi, muatan yang dibawanya merupakan ayam hidup. Semakin lama kendaraan tertahan di jalan, risiko ayam mengalami kematian juga semakin besar.


"Nah... kalau besok masih macet, bisa-bisa nggak muat saya ini. Daripada mati semua nanti," tegasnya.


Para sopir mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab antrean panjang yang terjadi di jalur Bangsring-Bengkak hingga arah Pelabuhan Ketapang tersebut.


Mereka berharap kemacetan segera terurai. Sebab, selain menghambat perjalanan, antrean panjang tersebut juga berdampak langsung terhadap aktivitas kendaraan logistik dan angkutan barang.


Kemacetan panjang juga terlihat di kawasan Watu Dodol, Banyuwangi, dengan antrean kendaraan terjadi di kedua sisi jalan. (ep)