Anggota Kodim 0825 Banyuwangi Turun ke Gunung Ijen, Sisir Titik Bekas Kebakaran hingga Pastikan Api Padam

1uhip.jpg Anggota TNI Kodim 0825 Banyuwangi Pastikan Tidak Ada Titik Api (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Tim gabungan melakukan penyisiran pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Sabtu (5/9/2026).


Kegiatan melibatkan anggota TNI Kodim 0825 Banyuwangi, angggota Polresta Banyuwangi, personel BKSDA, BPBD Banyuwangi, Perhutani, relawan serta masyarakat. Sebelum bergerak ke sejumlah titik, Kepala BKSDA memimpin apel persiapan pada pukul 07.00 WIB.


Sekitar pukul 07.30 WIB, personel dibagi menjadi tiga tim untuk melakukan penyisiran. Tim pertama menuju kawasan Puncak Gunung Ijen dengan 10 personel, tim kedua bergerak ke Pos 5 dengan 40 personel, sedangkan tim ketiga menuju Pos 4 dengan 15 personel.


Di kawasan Pos 4 dan Pos 5, petugas menemukan sisa asap serta api berintensitas kecil. Tim kemudian melakukan penyiraman menggunakan jet water dan mesin semprot air untuk memadamkan sisa bara.


Hasil penyisiran menunjukkan titik api dari kawasan puncak hingga Pos 4 telah padam. Sisa asap yang masih dapat dijangkau juga dilakukan penyiraman oleh tim gabungan.


Seluruh personel kemudian kembali ke Paltuding sekitar pukul 12.00 WIB dalam kondisi aman.


Sebelumnya, Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya meninjau posko penanggulangan karhutla di Paltuding pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.


Dalam kunjungan tersebut, Dandim didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, BBKSDA Jawa Timur, BPBD serta unsur Forkopimka Licin. Mereka memantau perkembangan titik api melalui CCTV dan melakukan koordinasi di posko.


“Kodim 0825/Banyuwangi memastikan kesiapsiagaan personelnya tetap terjaga untuk membantu mencegah api meluas, khususnya di sekitar Pos Paltuding, sembari memperkuat pemantauan karena kondisi angin kencang masih berpotensi mempercepat penyebaran api,” ujar Letkol Arm Tryadi.


Menurutnya, kondisi medan yang sulit dijangkau dan angin kencang menjadi pertimbangan dalam penanganan titik api, termasuk opsi penggunaan helikopter waterbombing untuk menjangkau area tertentu.


Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Perhutani, Damkar, Tagana, Brimob, masyarakat dan relawan. Pemantauan serta penyisiran berkala tetap dilakukan pada sejumlah area yang masih mengeluarkan asap. (*)