Panitia Siapkan Gelaran Festival Jawane Guyub Rukun 2026 (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Persiapan pelaksanaan Festival Jawane Guyub Rukun 2026 terus dimatangkan oleh panitia bersama berbagai komunitas budaya, pegiat seni, akademisi, dan elemen masyarakat. Festival yang akan berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Area Pesarean Eyang Papak/Paguyuban Mulyojati, Jatimulyo, Margorukun, Curahjati, Desa Grajagan, ini diharapkan menjadi ruang pertemuan sekaligus penguatan jejaring pelaku budaya Jawa di Banyuwangi.
Dukungan terhadap kegiatan ini terus mengalir. Salah satunya datang dari Paguyuban Trah Mataram (Patraman). Ketua Patraman, Andik Santoso, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival tersebut.
Menurut Andik, kebudayaan Jawa Mataraman yang berkembang di Banyuwangi, khususnya kawasan selatan, merupakan bagian penting dari kekayaan budaya daerah yang perlu mendapatkan perhatian lebih besar. Ia menilai upaya pemajuan kebudayaan Jawa harus menjadi prioritas, baik oleh masyarakat Jawa sendiri maupun para pemangku kebijakan.
“Memajukan kebudayaan Jawa juga berarti memajukan keberagaman kebudayaan yang ada di Banyuwangi. Karena itu, upaya pelestarian dan pengembangannya perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Panitia Festival Jawane Guyub Rukun, Nanda Raffi, mengungkapkan bahwa dukungan dari berbagai pihak semakin menambah semangat panitia dalam mempersiapkan acara.
Menurutnya, salah satu agenda penting dalam festival ini adalah Sarasehan Guyub Rukun, sebuah forum yang akan mempertemukan berbagai komunitas, paguyuban, serta pelaku seni dan budaya tradisi Jawa yang ada di Banyuwangi, khususnya wilayah selatan.
“Kami ingin forum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus ruang dialog. Harapannya persaudaraan antarkomunitas semakin erat, mereka bisa saling bertukar pikiran dan menyampaikan berbagai unek-unek maupun persoalan yang selama ini dihadapi,” kata Nanda.
Forum tersebut rencananya juga akan menghadirkan perwakilan pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran pemerintah diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara pelaku budaya dan pemangku kebijakan.
“Harapannya berbagai usulan, gagasan, dan keresahan yang muncul dalam forum bisa menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan terkait pemajuan kebudayaan, seni, maupun pariwisata di Banyuwangi ke depan. Nanti Disbudpar biar paparan, masyarakat juga menyampaikan gagasannya,” terangnya.
Selain melibatkan komunitas budaya dan pemerintah, panitia juga menggandeng kalangan akademisi untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran akademisi dinilai penting untuk memberikan kajian, masukan, serta sudut pandang ilmiah terhadap berbagai dinamika kebudayaan yang berkembang di masyarakat.
“Salah satu yang sudah menyatakan ketertarikan dan siap hadir adalah Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi,” jelas Nanda.
Lebih lanjut, Nanda menegaskan bahwa Festival Jawane Guyub Rukun bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan rangkaian kegiatan edukasi dan advokasi kebudayaan. Sejumlah agenda yang telah disiapkan antara lain Gebyar Mewarnai Jawa, Cipta Boga Jawa, Karaoke Tembang Bahasa Jawa, Sarasehan Pengasuhan Jawa, dan Sarasehan Guyub Rukun.
Untuk menambah kemeriahan acara, panitia juga akan menghadirkan bazar komunitas, produk kreatif lokal, serta berbagai pernak-pernik bernuansa Jawa yang dapat menjadi ruang promosi sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Melalui Festival Jawane Guyub Rukun 2026, panitia berharap semangat guyub rukun tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat, komunitas budaya, akademisi, dan pemerintah dalam upaya memajukan kebudayaan Jawa sebagai bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya Banyuwangi. (*)

