Personel Polsek Genteng saat Mengevakuasi Korban ke RSUD Genteng (Foto: Polsek Genteng/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Warga Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, dibuat geger dengan penemuan seorang pria yang tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan, Minggu (12/07/2026). Korban yang sempat diduga menjadi korban kecelakaan lalu lintas itu ternyata meninggal karena sakit.
Seorang pria bernama VH (66), warga Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, ditemukan meninggal dunia di depan PDSM, Dusun Krajan II, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, sekitar pukul 06.30 WIB.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang melintas di lokasi. Melihat ada seseorang tergeletak di tepi jalan tanpa bergerak, saksi kemudian mendekat dan mendapati korban diduga sudah meninggal dunia. Temuan itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Genteng.
Petugas kepolisian bersama tim medis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke RSUD Genteng.
Kanit Reskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi Putra mengatakan, saat laporan pertama diterima, korban sempat diduga menjadi korban kecelakaan lalu lintas karena ditemukan tergeletak di pinggir jalan.
"Awalnya informasi yang kami terima mengarah pada dugaan kecelakaan lalu lintas karena korban ditemukan tergeletak di bahu jalan. Setelah anggota bersama tim medis melakukan pemeriksaan di lokasi dan di rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda benturan maupun luka akibat kecelakaan," kata Sujarwadi.
Dari hasil pemeriksaan dokter di RSUD Genteng, lanjut Sujarwadi, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan maupun luka pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.
"Hasil visum luar menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan keterangan dokter, korban meninggal karena sakit. Pihak keluarga juga membenarkan bahwa korban memiliki riwayat sakit," ujarnya.
Sujarwadi menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban berpamitan kepada keluarganya sekitar pukul 05.00 WIB untuk mengantarkan barang rongsokan ke tempat penampungan di Desa Kembiritan.
"Korban sehari-hari bekerja sebagai pencari barang rongsokan. Pagi itu korban berpamitan kepada keluarga untuk menyetor hasil rongsokan. Namun dalam perjalanan, korban ditemukan sudah meninggal dunia," jelasnya.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga telah membuat surat pernyataan resmi karena meyakini korban meninggal akibat sakit.
"Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dilakukan autopsi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Seluruh proses penanganan berlangsung aman dan lancar," pungkasnya. (ep)

