Puncak Arus Mudik dari Bali: Gilimanuk Macet Puluhan Kilometer, Kapal Penuh Sesak

1CTY.jpg Kapal Gilimanuk-Ketapang Angkut Sepeda Motor (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, JEMBRANA- Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dilaporkan mengalami kemacetan parah pada Minggu (15/03/2026). Antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengular hingga puluhan kilometer.


Ribuan pemudik memilih pulang lebih awal demi menghindari penutupan total pelabuhan saat Hari Raya Nyepi pada 18 Maret mendatang, sekaligus menyambut mudik Idul Fitri.


Pantauan di lokasi menunjukkan setiap kapal yang sandar di Pelabuhan Ketapang tampak penuh sesak. Gelombang pemudik ini didominasi oleh pengendara roda dua. 


Mereka rela berdesakan di atas kapal demi bisa segera sampai di kampung halaman sebelum akses penyeberangan ditutup total selama dua hari saat Nyepi.


ASDP Pusat melalui keterangan tertulisnya pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Membeludaknya volume kendaraan dalam waktu yang bersamaan diakui menjadi pemicu utama kemacetan panjang di Gilimanuk.


Untuk mengurai kepadatan, pihak ASDP mengambil langkah cepat dengan menambah jumlah armada yang beroperasi.


"Dari awalnya hanya 28 kapal, kini sudah kami operasikan 35 kapal untuk melayani pemudik. Seluruh dermaga yang berjumlah 17 titik di Ketapang dan Gilimanuk juga sudah dioperasikan penuh," jelas GM ASDP Ketapang, Arief Eko.


Tak hanya menambah kapal, ASDP juga menerapkan pola operasional Tiba Bongkar Berangkat (TBB). Dengan pola ini, kapal tidak perlu menunggu muatan penuh untuk berangkat, sehingga waktu sandar di dermaga menjadi lebih singkat.


Berdasarkan data posko ASDP dalam 24 jam terakhir (periode 14 Maret), tercatat lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total Penumpang, 54.652 orang (Naik 8,1%), sepeda motor sebanyak 10.733 unit (Naik drastis 37,5%), mobil pribadi, 4.610 unit (Naik 0,7%).


Pihak otoritas pelabuhan memprediksi arus mudik dari Bali ini masih akan terus meningkat hingga 17 Maret malam, tepat beberapa jam sebelum seluruh operasional penyeberangan dihentikan total untuk menghormati ritual Nyepi di Pulau Dewata. (ep)