Rekan Sejawat Patungan Demi Bisa Pulangkan Jenazah PMI dari Malaysia ke Srono Banyuwangi

pmi_asal_srono_bwi2025.jpg Peti Jenazah PMI Almarhum Edi Waluyo saat Pertama Kali Tiba di Rumah Duka Wilayah Srono, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Proses pemulangan jenazah Edi Waluyo (33), pekerja migran di Malaysia asal Dusun Sumberjo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi sempat menemui jalan terjal. Besarnya biaya pemulangan jenazah adalah alasan dibalik jalan terjal itu.


Setidaknya dibutuhkan biaya Rp18 juta untuk bisa memulangkan jenazahnya. Keluarga cukup kesulitan mencari biaya sebesar itu dalam waktu singkat.


Beruntung, rekan sejawat Edi prihatin dan kompak menggalang donasi. Terketuk dari rasa prihatin sesama buruh di negeri Jiran.


"Seluruh biaya pemulangan itu dari open donasi yang dilakukan pekerja migran di Malaysia," kata Koordinator Advokasi Garda BMI Banyuwangi Topan Hadi Sucipto.


Sejatinya, Garda BMI dan SBMI Indonesia Cabang Banyuwangi mendesak majikannya agar menanggung biaya pemulangan jenazah Edi. Namun, lanjut Topan, pihak majikan hanya menyanggupi separuhnya dari jumlah biaya pemulangan yang dibebankan.


"Pihak majikan hanya menyanggupi separuhnya," terang pria yang biasa disapa Krishna Adi itu.


Galang donasi itu menarik perhatian pekerja migran Indonesia. Biaya itupun akhirnya terkumpul dan dibayarkan untuk kepulangan jenazah Edi Waluyo.


Jumat (14/02/2025) kemarin, jenazahnya tiba di kampung halamannya. Kedatangan peti jenazah diwarnai isak tangis. Pada sore hari menjelang maghrib, jenazah korban dikebumikan di TPU dusun setempat.