Rumah Semi Permanen di Rogojampi Ludes Terbakar saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp75 Juta

1eewer.jpg Petugas Damkar Memadamkan Api yang di Rumah Warga Dusun Sidorejo, Desa Gitik (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Sebuah rumah semi permanen milik Ali (62), warga Dusun Sidorejo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, ludes dilalap si jago merah, Kamis (02/07/2026) dini hari. Beruntung, pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri setelah dibangunkan tetangganya yang melihat kobaran api muncul dari bagian atap rumah.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 00.47 WIB. Dua unit mobil pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 01.11 WIB.


"Begitu menerima laporan dari warga, kami langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam beserta personel Regu Brama 2. Prioritas utama kami adalah mencegah api merambat ke bangunan di sekitarnya karena rumah berada di kawasan permukiman," kata Edy.


Menurut Edy, saat petugas tiba di lokasi, api telah menghanguskan sebagian besar bangunan. Tim kemudian memfokuskan penyemprotan dari dua sisi untuk mengisolasi kobaran api sebelum melakukan pemadaman pada titik utama.


"Petugas melakukan penyemprotan dari sisi timur dan barat lebih dulu agar api tidak menjalar ke rumah warga lainnya. Setelah itu baru dilakukan pemadaman di titik pusat kebakaran hingga api berhasil dipadamkan," ujarnya.


Berdasarkan hasil asesmen sementara, kebakaran terjadi saat pemilik rumah sedang tertidur. Seorang tetangga terbangun setelah mendengar suara menyerupai percikan api. Saat keluar rumah, saksi melihat api sudah membakar bagian atap rumah korban lalu berteriak membangunkan pemilik rumah.


Korban akhirnya berhasil keluar rumah dalam keadaan selamat, sementara warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi Call Center Damkarmat Banyuwangi.


Edy mengungkapkan, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.


"Dugaan sementara sumber api berasal dari korsleting instalasi listrik di dalam rumah. Percikan api kemudian menyambar material yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar," jelasnya.


Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun seluruh bangunan semi permanen beserta isinya, termasuk satu unit sepeda motor, televisi, kulkas, dan sejumlah perabot rumah tangga hangus terbakar.


"Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp75 juta. Kami juga mengimbau masyarakat agar secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan yang sudah berusia lama, sehingga potensi korsleting dapat dicegah sejak dini," pungkasnya. (ep)