Petugas Terkait Mendatangani Lokasi dan Melakukan Evakuasi (Foto: Polsek Sempu/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Seorang pria yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditemukan meninggal dunia di area persawahan, tepatnya di Jembatan Seblang, Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Rabu (01/07/2026) siang.
Korban diketahui bernama AS (47), warga Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono. Selama ini, korban dikenal warga sering berjalan kaki berkeliling di sejumlah wilayah Banyuwangi.
Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Laporan diterima polisi sekitar pukul 12.15 WIB setelah perangkat desa mendapat informasi dari warga.
"Benar, kami menerima laporan adanya seorang laki-laki yang ditemukan meninggal dunia di atas Jembatan Seblang, Dusun Simbar, Desa Karangsari. Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, korban diketahui bernama Abdu Somad yang diduga merupakan ODGJ," kata Satrio.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang petani bernama Mulyono yang sedang bekerja di sawah. Saat itu, ia melihat korban berjalan dari arah selatan menuju utara.
Sesampainya di Jembatan Seblang, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak bergerak. Mulyono kemudian memanggil warga lain, Sukri, untuk memastikan kondisi korban sebelum melaporkannya kepada Kepala Dusun Simbar.
"Saksi melihat korban berjalan seorang diri, kemudian tiba-tiba terjatuh di atas jembatan. Setelah dicek bersama warga, korban sudah tidak memberikan respons sehingga kejadian itu dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Sempu," ujarnya.
Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun untuk memastikan penyebab kematian, kami tetap menyarankan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku," jelas Satrio.
Menurutnya, dari kondisi jasad, korban diperkirakan meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan. Polisi juga memastikan tidak ditemukan identitas diri saat korban pertama kali ditemukan.
"Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengetahui keberadaan anggota keluarga yang memiliki kondisi khusus atau membutuhkan bantuan. Informasi dari masyarakat sangat membantu dalam proses penanganan kejadian seperti ini," pungkasnya.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh petugas untuk penanganan lebih lanjut. Polisi masih berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait proses selanjutnya. (ep)

