Selain Segara Kidul Banyuwangi, Perangkat Deteksi Longsor dan Banjir Juga Dicek Performanya

petugas_bpbd_banyuwangi2025_mengecek.jpg Petugas BPBD Banyuwangi Mengecek Perangkat Deteksi Banjir dan Tanah Longsor (Foto: Ismanto/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Cek performa Early Warning (EWS) tak hanya menyasar perangkat yang tertancap di kawasan pesisir pantai selatan (segara kidul) Banyuwangi. Perangkat deteksi banjir dan tanah longsor juga dicek performanya oleh BPBD Kabupaten Banyuwangi.


Nyaris memiliki fungsi yang sama, perangkat EWS yang tertanam di sejumlah titik itu bakal mengeluarkan bunyi sirine. Penting adanya melakukan pengecekan performa agar bekerja maksimal ketika bencana datang.


"Sama-sama mendeteksi terjadinya bencana alam dan mengeluarkan bunyi sirine sewaktu terjadi tanah longsor maupun banjir," ujar Anggota Pusdalops BPBD Banyuwangi, Ismanto, Rabu (26/02/2025).


Ada dua titik yang dicek performa perangkat EWS-nya. Satu perangkat yang tertanam di wilayah Sempu. Serta satu perangkat yang tertanam di gunung Gumitir. 


Kedua wilayah itu, lanjut Ismanto, masuk ke dalam peta wilayah rawan bencana banjir dan longsor. 


"Kita ada satu di Sempu dan lintas Gumitir ada satu perangkat EWS yang jadi satu dengan milik PT Kereta Api (KAI) di Banyuwangi bagian barat," terang Ismanto.


Ditambahkan olehnya, satu perangkat EWS di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran juga dicek performanya. Salah satu yang masuk peta wilayah rawan terjadinya banjir dan tanah longsor .


"Karena di wilayah itu (Desa Kandangan) terdapat banyak perbukitan yang jika hujan datang rawan terjadinya longsor," kata dia.


Pengecekan tak hanya menyasar sistem utama. Ismanto mengatakan, pengecekan turut menyasar peralatan penunjang macam jaringan kelistrikan dan juga akses internet.


"Ini dalam penggunaannya juga memakai tenaga listrik dan wifi. Komponen itu juga dicek dan dalam kondisi hidup (on)," jelasnya.


Pengecekan, masih kata Ismanto, juga memastikan perangkat tersebut tak dicuri. Peralatan penunjang macam aki dan perangkat wifi kerap disasar tangan tak bertanggungjawab.


Seperti yang menimpa salah satu perangkat EWS yang tertanam di Desa Kandangan. Sejumlah komponen utama sempat hilang dan mematikan kinerja perangkat sementara waktu.


"Belum lama ini kita kehilangan speaker (pengeras suara) dan aki pada perangkat EWS yang tertanam di Desa Kandangan. Selain itu ada juga yang rusak karena tersambar petir. Jadi kita langsung melakukan perbaikan supaya normal kembali," bebernya.


Ismanto menambahkan, mencegah pencurian perangkat kembali pihaknya menggandeng pemerintah desa setempat. Khususnya pemangku wilayah seperti ketua RT


"Sudah kami mintai bantuan untuk menjaga peralatan ini. Karena kami tidak bisa penuh waktu melakukan penjagaan sehingga butuh bantuan dari pihak lain termasuk pemangku desa dan ketua RT," tandasnya. (ep)