Siswa SDN 2 Sarongan yang Terdampak Banjir di Dusun Sukamade, Kab. Banyuwangi (Foto: Instagram/SDN 2 Sarongan)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Sejumlah siswa SDN 2 Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi sudah bisa pulang semenjak tertahan akibat terisolasi disebabkan banjir. Total ada 9 murid yang tertahan sejak banjir besar melanda Sungai Sukamade, Selasa (10/12/2024) lalu.
Kepala SDN 2 Sarongan Angga Setiawan mengatakan kesembilan murid itu sudah bisa pulang selepas ujian semester gasal selesai. Ditambah, kondisi air sungai sudah mulai surutp sehingga bisa dilintasi.
"Selepas ujian semester Sabtu kemarin sudah bisa pulang mereka. Air sungai juga sudah mulai surut sehingga bisa dilintasi melalui getek," ujarnya, Selasa (17/12/2024).
Nyaris hampir sepekan sembilan siswa itu tertahan di kampung dekat sekolah. Menurut Angga mereka tinggal di rumah tetangga ataupun sanak saudara yang rumahnya dekat dengan sekolah.
"Mereka ngampung di rumah saudara ataupun tetangga sekolah selama tertahan disini," kata dia.
Angga menjelaskan kesembilan pelajar itu berasal dari tiga kampung berbeda yang secara administratif masuk Dusun Sukamade. Kampung itu terpisah oleh aliran anak sungai yang muaranya ke Sungai Sukamade.
Diantaranya, 4 siswa berasal dari kampung Sumbersuko, 3 siswa dari Sumber Langsep, dan 2 lainnya dari kampung Tegalan Timur Gunung. Mereka tertahan setelah sebelumnya berhasil menyeberangi sungai untuk bisa ikut ujian semester, Senin (09/12) kemarin.
Kendati tinggal dan berjauhan dari orang tuanya, tak ada satupun siswa yang merengek meminta pulang. Angga menyebut siswa sudah biasa beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat.
"Sudah biasa mereka kalau terjadi banjir dan harus menginap di rumah tetangga sekolah ataupun saudara. Tidak ada yang home sick atau meminta pulang karena tidak betah," terangnya.
Angga justru awalnya menganjurkan mereka untuk tinggal di rumah dinas guru ataupun kepala sekolah. Yang menjadi tempatnya tinggal selama berdinas di SDN 02 Sarongan.
Akan tetapi mereka memilih tinggal di sanak saudara ataupun tetangga sekolah.
"Sudah kami anjurkan untuk tinggal di rumah dinas. Ada tiga rumdin yang ada disini. Jadi nanti tidurnya bisa terpisah baik murid yang laki-laki maupun perempuan," jelasnya.
Sementara itu, stok bahan makanan warga Dusun Sukamade sudah mulai menipis. Kepala Dusun Sukamade Verry Nafaro mengatakan stok bahanan makanan di toko kelontong hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan warga selama dua hingga tiga hari kedepan.
Menurutnya, akses roda empat yang belum bisa melintas jalan mutlak memutus jalur pengiriman logisitik. Kondisi ini mengakibatkan pasokan bahan makanan menuju kampung tersendat.
Memang sejumlah toko kelontong sudah mengantisipasi dengan kulakan bahan makanan lebih banyak dari biasanya. Akan tetapi perlahan tergerus kebutuhan harian warga.
"Sudah mulai menipis untuk bahan makanan pokok. Persediaan sejumlah toko terus berkurang sejak akses roda empat tak bisa melintas," katanya. (ep)

