Truk-truk Logistik Menunggu Kapal di Area Parkir Pelabuhan Ketapang Banyuwangi (Foto: Rendy/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Menjelang masa mudik Lebaran 2026, aktivitas di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi mulai dipadati truk angkutan logistik yang hendak menyeberang ke Pulau Bali. Lonjakan kendaraan berat ini terlihat sejak beberapa hari terakhir, terutama pada Kamis malam.
Puluhan truk terlihat memenuhi kantong parkir di dalam area pelabuhan hingga buffer zone Dermaga Bulusan yang disiapkan oleh Polresta Banyuwangi untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Banyaknya truk logistik yang mengantre dipicu oleh kebijakan larangan melintas bagi kendaraan angkutan barang selama periode mudik Lebaran.
General Manager ASDP Ketapang Arief Eko mengatakan, pembatasan kendaraan logistik tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga kementerian terkait pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Selama masa mudik Lebaran, kendaraan angkutan barang atau truk logistik memang akan dibatasi operasionalnya. Kebijakan ini berlaku mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026,” kata Arief Eko.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama mudik maupun di kawasan pelabuhan.
“Pembatasan ini dilakukan agar arus mudik masyarakat bisa lebih lancar. Prioritas penyeberangan nantinya diberikan kepada kendaraan pribadi pemudik, bus angkutan penumpang, serta kendaraan pengangkut kebutuhan pokok dan BBM,” jelasnya.
ASDP mencatat lonjakan jumlah kendaraan logistik yang menyeberang menuju Bali sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir.
“Data kami menunjukkan jumlah truk yang diseberangkan menuju Bali meningkat sekitar 14 persen dibandingkan hari normal,” ujar Arief.
Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, pihak ASDP memastikan antrean masih terkendali dan tidak sampai meluber ke jalan raya.
“Memang ada peningkatan jumlah truk, tetapi antreannya masih berada di dalam area pelabuhan dan buffer zone. Sampai saat ini belum sampai mengular ke jalan raya,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan, ASDP telah menyiapkan puluhan kapal di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
“Kami menyiagakan sekitar 55 kapal yang akan melayani penyeberangan di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk selama periode mudik Lebaran,” kata Arief.
Selain arus mudik, pengaturan penyeberangan tahun ini juga dipengaruhi oleh Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan Idul Fitri.
“Selama Hari Raya Nyepi, operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan ditutup total selama dua hari mulai 18 Maret,” jelasnya.
Karena adanya penutupan tersebut, ASDP memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi lebih awal.
“Kami memprediksi puncak arus mudik akan terjadi lebih cepat, yakni sekitar tanggal 14 hingga 17 Maret,” pungkas Arief.

