
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Pimpinan DPRD Banyuwangi kembali melalukan serap aspirasi yang diadakan di wilayah Srono, Banyuwangi. Setelah beberapa waktu lalu digelar di Rejoagung, kali ini momen bertemu untuk mendengar aspirasi rakyat itu dilakukan di wilayah Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Sabtu (28/10/2023).
Nampak ratusan warga berbondong-bondong hadir memadati area serap aspirasi yang bertempat di Kampung Kipas itu. Mulai dari pemuda, kelompok pengajian, hingga komunitas lokal seperti Gerakan Arek Srono (GAS) turut hadir dalam serap aspirasi oleh pimpinan DPRD Banyuwangi itu.
“Saya ke sini datang kepada bos saya yaitu rakyat, kalau dulu saya pengusaha dipanggil bos, kalau sekarang saya yang panggil bos ke rakyat,” ujar Michael dalam sambutannya.
Bukan tanpa alasan, pernyataan Michael tersebut untuk menegaskan bahwa posisi DPRD benar-benar harus mewakili dan tau apa permintaan rakyat yang dianalogikan sebagai bosnya itu.
Bermukim di kawasan pusat kota Srono, tak banyak hal yang dikeluhkan warga soal infrasktruktur seperti keluhan di wilayah lain. Justru keluhan datang dari warga terkait sarana prasarana lingkungan dan kegiatan warga.
“Kami mohon adanya pengadaan tempat sampah, paving jalan, pos kamling dan terakhir untuk mendukung kegiatan warga terkait drumband berupa seragam,” ujar salah satu warga.
Menanggapi hal tersebut Michael menjelaskan, pengadaan tempat sampah seharusnya sudah dapat diatasi oleh pihak pemerintah desa setempat.
“Ini kan hanya permintaan tempat sampah, untuk tempat pembuangan sampah terpusatnya ternyata sudah ada di sebelah pasar, jadi nanti kita koordinasikan dengan pemerintah desanya agar segera diadakan tempat sampah per lingkungan warga,” ujarnya.
Berbagai permintaan dilontarkan oleh warga khususnya terkait dukungan sarana prasarana kegiatan keagamaan warga seperti terop mushola, sarung, hingga seragam pengajian.
Namun dari sekian banyak permintaan warga, ada aspirasi datang dari pemuda yang cukup menarik perhatian Michael. Dirinya sangat senang para pemuda mau untuk menyuarakan tentang apa yang diinginkan oleh rakyat kepada pemerintah.
“Melihat era saat ini, masyarakat dihadapkan oleh permasalahan sosial hingga ekonomi, kami di sini mewakili masyarakat ingin tau gagasan apa yang akan dibawa oleh pemerintah kedepannya,” ujar Rifki warga kampung kipas.
Michael yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi itu menjelaskan, permasalahan sosial di masyarakat khususnya ekonomi merupakan fokus penting dirinya untuk segera ditangani.
“Kami ke depan kalau diijinkan memimpin kembali akan mengambil kebijakan yang tentunya memihak rakyat, kami tidak ingin rakyat kita khususnya ibu-ibu banyak yang terjerat pinjaman yang dapat mempengaruhi kestabilan ekonomi ,” jelasnya.
Maka dari itu, dirinya ingin warga membuat kelompok-kelompok yang dapat bergerak di berbagai bidang usaha untuk dikembangkan.
“Mau buat kelompok pengolahan kue kering, kue basah bahkan hingga beternak silakan akan kami dukung, namun juga harus dikembangkan dengan baik,” tegas Michael.
Menjawab permasalahan lain yang datang dari warga bernama Sumadi mengeluhkan tentang adanya jalan yang belum ada Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).
“Kita sebentar lagi akan kami bahas, tadi ada keluhan warga tentang LPJU yaitu ada pungutan namun barangnya (LPJU) tidak ada. Nanti akan saya tanyakan ke pihak terkait tentang kebenaran hal tersebut,” ujarnya.
Michael mengatakan, pihaknya kedepan akan terus melalukan edukasi politik kepada masyarakat agar paham tentang alur hingga birokrasi yang ada.
“Masyarakat kita ini banyak yang belum benar-benar tau terkait politik itu apa, yang kami inginkan, rakyat memilih wakil rakyat bukan karena pemberian namun karena kebijakan apa yang ingin diterapkan,” harapnya.
Hal itu ditegaskan Michael agar rakyat tidak dirugikan oleh calon-calon pemimpin yang tidak bisa mengubah nasib rakyatnya menjadi lebih baik. (br)