
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Dua warga dan seorang murid Taman Kanak-Kanak (TK) Diponegoro, Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran Banyuwangi jadi korban cakaran monyet. Primata itu terlepas dari kandang warga sejak Selasa (18/2) kemarin.
Semenjak lepas, monyet bergelantungan dan naik ke atap rumah warga. Lalu menyerang seorang wanita ketika duduk santai di teras.
"Pertama lepas langsung mencakar wanita yang kebetulan duduk di teras. Itu (monyet) punya warga sini yang lepas dari kandangnya," kata Ketua RW 02 Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Sunarto, Rabu (19/02/2025).
Sehari berselang, satu warga lain dan seorang murid TK Diponegoro, Dusun Krajan, Desa Purwodadi, ikut menjadi korban cakaran monyet. Ketika dicakar, murid tersebut membawa makanan dalam kantung plastik.
"Satu anak TK sini juga Dicakar Rabu pagi tadi. Anak TK itu hendak berangkat lomba. Ia menenteng kantung plastik berisikan makanan. Kemungkinan menarik monyet untuk merebut makanan tersebut," tambah Sunarto.
Teror pun terus berlanjut. Selain menyasar manusia, monyet juga merusak tanaman ataupun buah milik warga. Upaya menangkap warga sejak awal lepas tak menemui jalan buntu.
Warga pun kemudian wadul ke petugas pemadam. Upaya penyelamatan mulai dilakukan petugas pasca mendapatkan laporan. Dimulai sejak Sejak pukul 13.00 WIB.
"Setelah laporan masuk, kami langsung menuju ke TKP," kata Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno.
Pengalaman menaklukkan monyet di sejumlah tempat jadi modal petugas. Jurus pamungkas dikeluarkan. Yaitu membawa monyet jinak sebagai pikatan.
Ternyata upaya itu cukup manjur. Monyet mulai turun dan mendatangi sang pikatan. Namun, ketika disergap monyet berhasil lolos.
"Ketika hendak kami sergap monyet berhasil lolos. Padahal seluruh personil sudah dalam posisi siap tapi monyet ini cukup licin," terang Sutikno.
Sesuai kabur, terjadi aksi kejar-kejaran monyet dengan petugas. Tiga jam petugas dibuat berkeringat. Pindah satu rumah ke rumah lain. Satu kebun ke kebun lain.
Selain lihai bak bajing loncat, monyet disebut Sutikno memiliki kemampuan bersembunyi. Ketika dilakukan penyisiran, jejaknya tak bisa diendus petugas.
Tapi saat petugas menjauh, ia menampakkan diri di hadapan warga.
"Itu yang membuat kami kesulitan. Disamping titik lokasi evakuasi yang berada di perkebunan dan dekat sungai," ungkapnya.
Hingga pukul 17.00 WIB, monyet tak kunjung muncul batang hidungnya. Petugas pun pulang dengan tangan kosong. Upaya evakuasi akan dilanjutkan kembali esok hari. (ep)