Acara Agustusan di Dusun Paeloan, Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Semangat gotong royong warga terlihat dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun Paeloan, Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.
Warga RT 3 dan RT 4 RW 3 Dusun Paeloan bersama pemuda Kaliber (Kaliweni Bersatu) menggelar rangkaian kegiatan bertema “Semangat Kemerdekaan ke-81" pada Sabtu-Minggu (23-24/8/2025). Kegiatan tersebut dikemas dengan nuansa budaya dan menghadirkan pertunjukan Jaranan Laras Wangi dari Dusun Paeloan Kampung Kaliweni.
Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari masyarakat. Tak hanya warga RT 3 dan RT 4 RW 3, sejumlah warga dari lingkungan sekitar juga turut hadir untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan.
Ketua RT 4, Siswanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum kebersamaan warga. Apalagi, kegiatan dengan konsep serupa baru pertama kali digelar di lingkungan tersebut.
“Sekitar 130 orang yang hadir. Bukan hanya dari warga RT 3, RT 4 dan RW 3, tetapi warga RT tetangga juga ikut memeriahkan,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan tersebut tidak bergantung pada sponsor maupun bantuan pihak luar. Seluruh rangkaian acara terlaksana berkat iuran dan gotong royong warga.
Besaran iuran yang dikumpulkan warga berkisar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Selain memberikan sumbangan dalam bentuk uang, sebagian warga juga ikut berkontribusi dengan membawa bahan makanan untuk kemudian dimasak dan dinikmati bersama.
“Ada yang menyumbang uang, ada pula yang membawa sayur-mayur untuk dimasak dan dinikmati bersama,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang melibatkan warga dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, ibu-ibu hingga bapak-bapak turut ambil bagian dalam suasana perayaan kemerdekaan tersebut.
Pertunjukan Jaranan Laras Wangi menjadi salah satu acara yang paling menarik perhatian warga. Kesenian tradisional tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi sekaligus menjadi upaya masyarakat untuk menjaga dan mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda.
Semangat kebersamaan juga terlihat hingga penghujung acara yang ditutup dengan pembagian hadiah bagi warga.
Bagi masyarakat setempat, perayaan kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Keterlibatan pemuda Kaliber bersama warga dalam menggelar kegiatan secara swadaya menjadi bukti bahwa kemeriahan perayaan kemerdekaan dapat tercipta dari kebersamaan, tanpa harus bergantung pada besarnya anggaran.
Dengan menggabungkan olahraga, hiburan, budaya dan kebersamaan, warga Dusun Paeloan berharap tradisi gotong royong semacam ini dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda bersama pada perayaan kemerdekaan di tahun-tahun berikutnya. (ep)

