Gunung Raung Tak Erupsi, Kepulan Asap di Lereng Selatan Diduga Kebakaran

1koaj.jpg Petugas Pantau Gunung Raung Usai Muncul Titik Asap di Dekat Puncaknya (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.DI, BANYUWANGI - Kepulan asap yang terlihat dari lereng bagian selatan Gunung Raung, Banyuwangi, sempat mengundang perhatian warga pada Rabu (19/8/2026). Namun, kemunculan asap tersebut dipastikan bukan akibat aktivitas vulkanik maupun erupsi Gunung Raung.


Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Agung Tri Subekti, menjelaskan kepulan asap pertama kali teramati sekitar pukul 06.30 WIB. Pada pukul 13.06 WIB, kepulan asap terlihat bergerak dan semakin melebar.


Berdasarkan karakter sebaran, lokasi, serta warna asap yang teramati, fenomena tersebut diduga kuat diakibatkan oleh kebakaran lahan.


"Fenomena kepulan asap yang berlokasi di lereng atas bagian selatan Gunung Raung tidak disebabkan oleh aktivitas vulkanik atau erupsi Gunung Raung," demikian kesimpulan dalam laporan khusus Badan Geologi tertanggal 19 Agustus 2026.


Agung mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan aktivitas hembusan gas dari kawah Gunung Raung yang selama ini terpantau. Berdasarkan pemantauan visual selama dua pekan terakhir, hembusan gas dari Gunung Raung memiliki ketinggian yang fluktuatif dengan nilai maksimal sekitar 500 meter dari atas puncak.


Warna kolom hembusan juga didominasi gas dan uap air. Sementara dari hasil pengamatan, tidak teramati adanya aktivitas erupsi yang menghasilkan material batuan.


Pemantauan kegempaan juga tidak menunjukkan adanya peningkatan jumlah maupun jenis gempa yang berkaitan dengan proses migrasi magma menuju permukaan.


"Jenis dan rekaman gempa dalam periode yang sama menunjukkan dominasi gempa permukaan akibat pelepasan tekanan atau gas, yang dimanifestasikan dalam bentuk rekaman gempa hembusan dengan jumlah kejadian fluktuatif," demikian laporan tersebut.


Dengan berbagai indikator tersebut, Badan Geologi menyimpulkan kepulan asap di lereng bagian selatan Gunung Raung tidak berkaitan dengan peningkatan aktivitas vulkanik.


Agung sebelumnya juga menyebut titik kepulan asap berada cukup jauh dari pusat aktivitas kawah. Dari hasil pemantauan, kepulan tersebut lebih mengarah pada fenomena kebakaran lahan di kawasan lereng.


Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur juga terus memantau perkembangan titik asap tersebut. Agen Informasi Bencana BPBD Jatim, Ismanto, melakukan pemantauan dari TPG Watu Gedek, RPH Sidomulyo, Desa Kalisetail, Kecamatan Sempu.


"Terus kami lakukan pemantauan titik asap dari TPG Watu Gedek RPH Sidomulyo Kalisetail, Kecamatan Sempu," ujar Ismanto.


Namun, dalam pemantauan pada Kamis (20/8) pagi, titik asap tersebut belum terlihat. Kondisi itu lantaran kawasan Gunung Raung tertutup mendung.


"Pagi tadi titik asap tidak terlihat karena tertutup mendung," katanya.


Pemantauan dari wilayah Sempu dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi di kawasan lereng Gunung Raung dari sisi yang memungkinkan. Selain memantau secara visual, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai perkembangan kondisi di lapangan. (ep)