
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Binturong yang ditangkap warga Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi dan sempat dikira babi ngepet, Senin (13/01/2025) lalu akhirnya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi. Proses evakuasi dilakukan petugas dengan memasukkan hewan mamalia itu ke dalam kandang besi, Jumat (17/01/2025) pagi.
"Proses evakuasi dilakukan pihak BKSDA pagi tadi. Hewan dimasukkan ke dalam kandang besi," kata Koordinator Damkarmat Sektor Srono, Herry Siswanto, pada Jumat (17/01/2025) sore, kepada BWI24Jam.
Penyerahan binturung dilakukan di Pendopo Desa Wonosobo. Tempat hewan itu ditampung sementara setalah sebelumnya dirawat di halaman rumah warga.
Untuk langkah selanjuta, masih kata Herry, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada BKSDA. Termasuk adanya rencana membawa hewan tersebut untuk diperiksa matanya dikarenakan ada dugaan terkena katarak.
"Setelah ini sepenuhnya sudah menjadi kewenangan pihak BKSDA. Yang jelas hewan itu kami serahkan dalam kondisi hidup," tambah Herry.
Belum diketahui dari mana asal-usul binturong tersebut. Entah memang hewan liar yang besar di wilayah setempat ataupun milik warga yang dipelihara lalu terlepas.
Namun sebelumnya sejumlah warga sempat melihat pergerakan hewan mirip binturong sebelum peristiwa penangkapan di Desa Rejoagung tersebut.
"Ada yang sempat melihat kawanan hewan yang bentuknya mirip binturong yang ditangkap warga. Ada 3 atau 4 ekor dair informasi yang kami himpun," ujar Kepala Desa Wonosobo Imam Muslim.
Desa Wonosobo dengan kondisi geografis perkebunan dan banyaknya semak belukar diduga menjadi tempat nyaman bagi hewan liar. Imam menambahkan selain musang, warganya sering dijumpai landak berukuran kecil.
"Udah biasa disini ada hewan seperti landak ataupun musang. Wilayah kami sekitar 35 persennya dipenuhi semak belukar," tukasnya. (ep)