BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman, Pengisian Tangki SPBU Dilakukan saat Cadangan 16 Hari

1mini.jpg Kepala BPH Migas saat Kunjungan ke IFT Tanjungwangi Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Pemerintah memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur, khususnya Banyuwangi dan sekitarnya, dalam kondisi aman meski sempat muncul kekhawatiran di masyarakat akibat isu geopolitik global.


Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Wahyudi Anas saat melakukan kunjungan langsung ke Integrated Fuel Terminal (IFT) Tanjungwangi Banyuwangi, Minggu (15/03/2026).


Menurut Wahyudi, stok BBM di terminal tersebut dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.


“Cadangan BBM di Integrated Fuel Terminal Tanjungwangi Banyuwangi sangat aman. Untuk kebutuhan mudik dan arus balik sudah diantisipasi dengan peningkatan sekitar 5 persen,” kata Wahyudi.


Ia menjelaskan, secara umum cadangan BBM di terminal tersebut rata-rata berada di atas 30 hari sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan.


“Stok kita rata-rata lebih dari 30 hari, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan BBM,” tegasnya.


Wahyudi juga menjelaskan bahwa pengisian ulang tangki BBM di SPBU maupun objek strategis seperti kawasan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dilakukan secara berkala.


Menurutnya, setiap tangki BBM biasanya dipenuhi cadangan hingga sekitar 20 hari. Ketika cadangan tersebut turun hingga 16 hari, maka Pertamina Patra Niaga langsung melakukan pengisian ulang.


“Tidak akan habis. Kenapa? Karena ketika cadangan turun di angka 16 hari saja sudah langsung diisi kembali hingga mencapai sekitar 20 hari,” jelas Wahyudi.


Sementara itu, Eksekutif General Manager Pertamina Patra Niaga Iwan Yudha Wibawa mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan penguatan stok BBM menjelang periode mudik Lebaran.


“Penguatan stok sekitar 3 sampai 5 persen hampir di semua produk. Sementara untuk konsumsi diperkirakan naik sekitar 6 sampai 7 persen,” ujar Iwan.


Ia menambahkan, secara umum ketersediaan BBM untuk transportasi maupun kebutuhan energi lainnya telah dipersiapkan dengan baik.


“Secara keseluruhan kebutuhan BBM transportasi maupun energi lainnya sudah kami siapkan dengan baik,” katanya.


Untuk wilayah Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara) total stok gasoline yang tersedia mencapai lebih dari 16.000 kiloliter termasuk untuk kebutuhan industri.


Iwan juga menyebutkan, selama periode 6 hingga 29 Maret 2026, suplai BBM yang dikirim ke wilayah tersebut cukup besar. Di antaranya Pertalite sebanyak 40.000 KL, Pertamax sekitar 6.000 KL, serta Solar sekitar 38.000 KL yang didistribusikan melalui kapal pengangkut BBM secara berkala dari berbagai kilang, termasuk Kilang Balongan.


Dengan kondisi stok yang mencukupi tersebut, pemerintah dan Pertamina mengimbau masyarakat tidak panik serta tetap menggunakan BBM secara bijak.


Selain itu, aparat juga akan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba melakukan penimbunan BBM untuk kepentingan tertentu. (ep)