Tukang Mulai Mengerjakan Proyek Paving di Jalan Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kec. Cluring (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Sindiran warga Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, lewat aksi 'Candi Paving’ akhirnya berbuah hasil. Proyek pavingisasi yang sempat mandek selama enam bulan kini mulai dikerjakan usai viral di media sosial.
Usai viral, keluhan warga akhirnya direspons. Hari mengatakan, pemasangan paving mulai dilakukan hari ini. Sejumlah material pasir terlihat berdatangan ke lokasi, disusul para pekerja yang mulai mengerjakan pemasangan paving di sepanjang jalan kampung.
“Mulai hari ini dipasang. Pasir sudah datang, pekerja juga sudah mulai kerja,” ujar Hari, Selasa (10/02/2026).
Seiring dimulainya pengerjaan proyek, Candi Paving yang sempat viral pun perlahan dibongkar untuk menyesuaikan proses pemasangan pavingisasi. Warga berharap proyek tersebut bisa selesai sesuai harapan dan tidak kembali mangkrak.
Meski demikian, Hari mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber pendanaan proyek tersebut. Ia memilih bersikap optimistis pengerjaan bisa berjalan lancar hingga tuntas.
“Yang penting sekarang sudah dikerjakan. Warga bersyukur akhirnya terealisasi,” katanya.
Di sisi lain, Hari juga menirukan celetukan sejumlah warga dan pengguna jalan yang sempat terhibur dengan keberadaan Candi Paving tersebut.
“Ada yang bilang, ‘mending ada candinya, Pak, daripada dibangun’. Tapi ya semoga sekarang benar-benar selesai,” pungkasnya.
Warga sebelumnya menyusun ratusan blok paving yang tergeletak di pinggir jalan menjadi bangunan menyerupai candi. Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan warga karena material proyek tak kunjung dipasang dan justru mengganggu akses jalan kampung.
“Sudah enam bulan paving ini cuma ditaruh. Jalannya jadi sempit, berkerikil, kalau hujan licin,” ujar Hari Susanto, Selasa, 3 Februari 2026 lalu.
Hari menyebut, susunan paving menyerupai candi itu bukan sekadar aksi kreatif, melainkan bentuk protes kepada pemerintah desa agar proyek segera direalisasikan. Bahkan, menurutnya, ada makna filosofis di balik bentuk candi tersebut.
“Candi itu kan usianya bisa ratusan bahkan ribuan tahun. Ini menyindir kalau pavingnya juga seperti mau ‘abadi’ di pinggir jalan,” kata Hari.
Aksi tersebut menarik perhatian warga dari luar desa. Sejumlah orang datang hanya untuk melihat langsung dan mengabadikan momen. Salah satunya Ranti Mariana, warga Kecamatan Gambiran, yang mengaku penasaran setelah melihat unggahan di media sosial.
“Unik ya, ternyata memang ada. Ini jelas bentuk protes warga karena paving sudah lama tapi nggak dipasang,” katanya. (ep)

