Koperasi Desa Merah Putih Benculuk Banyuwangi Belum Dibangun, Ketua KDMP Ungkap Penyebabnya

1wahh.jpg Ilustrasi AI

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, hingga kini belum terealisasi meski sebelumnya telah memasuki tahap persiapan. Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KDMP Benculuk, Muhammad.


Menurut Muhammad, belum dimulainya pembangunan KDMP Benculuk diduga disebabkan adanya polemik yang dinilai menghambat proses pembangunan. Padahal, tahapan awal telah dilalui, termasuk terbitnya surat persetujuan penggunaan lahan Tanah Kas Desa (TKD).


Surat persetujuan penggunaan lahan tersebut diterbitkan oleh Kepala Desa Benculuk, Muhammad Mudhofir, dan ditujukan kepada Muhammad selaku Ketua KDMP Benculuk. Dokumen itu telah ditandatangani Kepala Desa Benculuk dan Ketua KDMP Benculuk, dengan disaksikan Ketua BPD Benculuk Sugi Hartoyo serta Kepala Dusun Kebonsari Hanifuladib.


"Sudah kami serahkan ke Babinsa Desa Benculuk sebagai bukti bawasannya kami sudah bersepakat penggunaan lahan tersebut," kata Muhammad, pada Kamis (29/01/2026).


Setelah surat persetujuan terbit, pada 22 Desember 2025, seluruh pihak bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti membersihkan lahan seluas 920 meter persegi. Lahan tersebut direncanakan akan digunakan sebagai kantor dan gerai KDMP Benculuk.


Namun, polemik muncul pada pertengahan Januari 2026. Muhammad mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi oleh Kepala Desa Benculuk untuk segera menghadap guna membahas persoalan terkait KDMP.


"Kepala Desa Benculuk di situ menyampaikan kepada saya bahwa Kades Benculuk bertemu dengan oknum TNI di Banyuwangi dan menyampaikan di situ ada percakapan menanyakan Kantor dan Gerai KDMP, terkait pembangunan KDMP di Desa Benculuk, karena ketuanya yang namanya Muhammad ruwet dan tidak kondusif," beber Muhammad mengulang obrolan.


"Kalimat ini sangat merugikan kepada saya bahwa oknum TNI yang menyampaikan ini dasarnya apa menyampaikan ini kepada Kades Benculuk, akhirnya Kades Benculuk menjadi bingung dan meminta klarifikais kepada saya," imbuhnya.


Menanggapi hal tersebut, Muhammad menyampaikan kepada Kepala Desa Benculuk bahwa pembangunan KDMP harus dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta dilakukan secara terbuka dalam pengelolaan anggaran. Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat Desa Benculuk dalam proses pembangunan.


"Contoh ya, kebutuhan material belanjanya di toko bangunan di desa benculuk dan para tukang saya meminta tukang dari Benculuk, agar pembangunan KDMP benar-benar bisa dirasakan masyarakat," tegasnya.


Di akhir penjelasannya, Muhammad menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas belum terealisasinya pembangunan KDMP Benculuk. Ia menyebut hingga kini masih menunggu penjelasan dari pihak terkait.


"Kami masih menunggu penjelasan dari oknum TNI yang menyampaikan kepada Kades Benculuk bahwa Ketua KDMP Benculuk itu ruwet dan tidak kondusif, demikian semoga semangat gotong royong menjadikan desa kita semakin bangkit dan perekonomian semakin lebih baik," pungkasnya. (*)