Ponpes Nurul Quran Wijenan Kidul, Desa Singolatren, Kec. Singojuruh, Banyuwangi Gelar Haflatul Imtihan dan Acara Lainnya (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Pondok Pesantren Nurul Qur’an menggelar Haflatul Imtihan Ke-26 dan Haflah Akhirussanah di Dusun Wijenan Kidul, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (07/02/2026) malam. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian acara Haul Masyayikh sekaligus pengajian umum Ponpes Nurul Qur’an.
Pengasuh Ponpes Nurul Qur’an, KH. Imam Muhtadi, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (6–8/02/2026), dan diikuti oleh ratusan santri.
Rangkaian acara diawali pada Jumat (6/02/2026) pagi dengan khotmil Alquran. Selanjutnya, setelah salat Jumat, digelar Haul Masyayikh Pondok Pesantren Nurul Qur’an sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan ulama pengasuh pesantren. Pada Jumat sore, kirab santri turut memeriahkan suasana dan menarik antusiasme masyarakat sekitar.
Kegiatan berlanjut pada Sabtu (7/02/2026) siang dengan pertemuan wali santri. Puncak acara dilaksanakan pada malam harinya melalui Haflatul Imtihan Ke-26 dan Haflah Akhirussanah, yang dirangkai dengan tasyakur khotmil Alquran binnadzri Yanbu’a ke-2 serta tasyakur khotmil Alquran Juz 30 ke-21.
Pada kesempatan tersebut juga digelar pengajian tausiah yang disampaikan oleh KH. Ahmad Shiddiq (Gus Shiddiq) dari Pondok Pesantren Al-Anwari Kertosari Banyuwangi. Acara ini turut dihadiri KH. Nur Fauzi dari Pondok Pesantren Darussholah Singojuruh.

“Haflatul imtihan ini merupakan ujian akhir santri yang ditutup dengan wisuda. Keberhasilan santri dalam menimba ilmu sejak bulan Syawal hingga Syaban ditutup dengan Haflah Akhirussanah,” ujar KH. Imam Muhtadi.
Ia juga menyampaikan keistimewaan dalam kegiatan tahun ini, yakni adanya santri kelas 1 sekolah dasar yang mampu menghafal Juz 30 serta Surat Yasin dalam waktu kurang lebih tiga bulan.
Sementara itu, Pengurus Ponpes Nurul Qur’an, Ustaz Muhammad Munif, menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Nurul Qur’an berbasis tahfidzul Alquran dan telah menorehkan berbagai prestasi.
“Prestasi yang pernah diraih, salah satu santri kami mengikuti MTQ tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional, dan Alhamdulillah pernah meraih juara 3 tingkat Asia Tenggara,” ungkapnya.
Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 2000 ini juga menyelenggarakan pendidikan formal dan nonformal. Hal tersebut bertujuan agar para santri tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan zaman serta bersaing di dunia kerja yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Ahad (8/02/2026) pagi dengan pertemuan Alumni Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang, kemudian pertemuan Alumni Ponpes Nurul Qur’an. Acara ditutup pada Ahad malam dengan sholawatan bersama Majelis Sholawat Kangen Nabi. (rq)

