Petani Memanen Buah Semangka di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Cuaca ekstrem yang melanda Banyuwangi tak sepenuhnya memukul petani semangka. Di Kecamatan Muncar, harga semangka justru masih bertahan tinggi dan dinilai tetap menguntungkan petani meski produksi terdampak musim penghujan.
Imam Taufik, petani semangka asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, mengatakan harga semangka saat ini berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut jauh di atas batas minimal keuntungan petani.
“Untuk bisa untung, harga harus di atas Rp2.500 per kilogram. Kalau Rp3.000 masih dapat untung, tapi tipis dan hanya menutup sebagian biaya produksi,” kata Imam Taufik, Jumat (30/01/2026)
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal satu hektare lahan semangka mampu menghasilkan sekitar 20 ton. Dengan biaya produksi rata-rata Rp20 juta per hektare, petani masih bisa memperoleh keuntungan yang cukup. Namun saat musim penghujan, biaya produksi meningkat hingga sekitar Rp30 juta per hektare.
“Modal satu hektare biasanya sekitar Rp20 juta, tergantung harga pupuk dan bibit. Kalau musim hujan bisa naik sampai Rp30 juta,” ujarnya.
Menurut Imam, kendala utama di musim penghujan adalah ukuran buah yang tidak sebesar biasanya. Meski demikian, kondisi tersebut tertutup oleh tingginya harga jual di pasaran.
“Ukuran semangka memang lebih kecil, tapi alhamdulillah harganya justru naik. Hasil panen juga masih bisa dibilang maksimal di tengah cuaca ekstrem,” ungkapnya.
Meski harga jual terbilang tinggi, Imam mengaku petani semangka masih dihadapkan pada sejumlah kendala, di antaranya dicabutnya pupuk subsidi untuk komoditas semangka serta langkanya bibit dengan merek tertentu.
Sementara itu, tengkulak semangka asal Lumajang, Jumali, mengatakan tingginya harga semangka Banyuwangi dipengaruhi belum adanya panen di daerah lain.
“Sekitar seminggu lalu saya dapat informasi Banyuwangi sudah panen. Semangka dari sini saya jual ke Surabaya dan beberapa daerah lain,” ujar Jumali.
Menurutnya, harga Rp6.500 per kilogram saat ini sebenarnya sudah mengalami penurunan. Sebelumnya, harga semangka Banyuwangi sempat menembus Rp8.000 per kilogram.
“Harga masih tinggi karena pasokan dari daerah lain belum ada,” pungkasnya.
Kecamatan Muncar sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil semangka di Kabupaten Banyuwangi. Kualitas semangka Muncar cukup diminati, baik di pasar lokal maupun luar daerah. (ep)

