Candi Paving di Banyuwangi, Sindiran Warga ke Proyek Jalan yang Mandek 6 Bulan

1huivyuib.jpg Warga Susun Blok-blok Paving Menyerupai Candi di Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Warga Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, menyuarakan protes dengan cara unik. Material paving yang tak kunjung dipasang selama enam bulan justru disusun menyerupai bangunan candi di sepanjang jalan kampung.


Aksi kreatif tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap proyek pavingisasi yang mandek. Padahal, paving sudah lama tergeletak di pinggir jalan dan sebagian bahkan meluber ke badan jalan hingga mengganggu aktivitas warga.


“Sudah enam bulan paving ini cuma ditaruh. Jalannya jadi sempit, berkerikil, kalau hujan licin,” ujar Hari Susanto, warga setempat, Selasa (03/02/2026).


Tak ingin terus menunggu tanpa kepastian, warga kemudian berinisiatif menata hampir seluruh paving yang ada. Blok-blok paving itu disusun membentuk bangunan menyerupai candi di sepanjang jalan kampung dengan panjang sekitar 100 meter.


Menurut Hari, aksi tersebut merupakan bentuk protes langsung kepada pemerintah desa.


“Masyarakat di sini itu protes pada pemerintah desa. Terutama karena paving ini sudah enam bulanan tapi berantakan dan tidak dipasang-pasang. Karena kecewa, akhirnya muncul inisiatif membuat candi seperti ini,” ujarnya.


Tak hanya sekadar iseng, Hari menyebut pembentukan candi tersebut memiliki makna filosofis.


“Kalau ide pembuatan candi ini ada filosofinya. Candi itu usianya bisa ratusan bahkan ribuan tahun. Nah, ini mengisyaratkan kalau paving ini juga sudah lama ‘abadi’ di pinggir jalan, nggak dipasang-pasang. Makanya masyarakat kecewa,” imbuhnya.


Aksi unik itu pun menarik perhatian warga luar desa. Banyak pengendara yang sengaja berhenti untuk melihat langsung, bahkan mengabadikan momen tersebut.


Salah satunya Ranti Mariana, warga asal Desa sekaligus Kecamatan Gambiran. Ia mengaku datang setelah melihat unggahan di media sosial.


“Unik ya, makanya penasaran pengin lihat langsung. Ternyata memang ada,” kata Ranti.


Ranti menyebut, pembuatan “Candi Paving” dilakukan secara gotong royong dan tak memakan waktu lama.


“Untuk merangkai candi ini nggak lama, paling cuma sekitar dua jam. Dikerjakan malam hari bareng-bareng,” ujarnya.


Meski terlihat kreatif dan mengundang perhatian, warga menegaskan tujuan utama aksi tersebut sederhana.


“Harapannya sederhana, yang penting paving segera dipasang kami lega. Sudah itu saja. Lihat sendiri kan kondisi jalannya seperti apa,” pungkas Ranti. (ep)