
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Sebelum jenazah diduga lelaki di Perairan Sembulungan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi ditemukan, Minggu (06/07/2025), nelayan setempat berfirasat akan berjumpa dengan mayat. Firasat itu muncul dari senda percakapan para nelayan sebelum melaut.
Itu diutarakan Baito Rahmat (40), nelayan pemburu ikan yang ikut membawa jenazah diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya. Ia menyebut jika temannya sesama nelayan sempat berceletuk bakal bertemu dengan mayat.
"Habis ini kita berlayar dapat mayat ya dan nanti dapat penghargaan seperti yang di tivi," kata Baito menirukan suara salah satu temannya sesama nelayan, Minggu (06/07/2025) malam.
Baito menaiki kapal jenis speed bernama lambung Selendang Sutro bersama Gio Aditya, penemu jenazah lainnya yang rumahnya berdekatan di Dusun Tratas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Ada 7 kapal berisikan nelayan yang berangkat bareng menuju perairan Sembulungan.
Mereka berada di barisan depan dalam pelayaran mencari ikan tongkol itu. Saat hendak menebar jala terlihat jenazah mengapung di Tapak Guo perairan Sembulungan berjarak satu jam dari pelabuhan.
Hati nurani Baito dan Gio terketuk. Mereka pun membawa jenazah diduga lelaki meskipun ada anggapan "Saru" membawa mayat pulang melaut.
"Hati kami lebih terketuk melihat jenazah yang kami duga itu korban KMP Tunu yang sering kami lihat di berita," ungkap Baito.
Baito dan Gio tak mendapat ikan satupun. Meskipun dengan tangan hampa hati keduanya lega. Berharap sedikit tindakan yang mereka lakukan bisa membantu para kerabat korban andai jenazah itu memang benar korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam.
Keduanya pun tak kapok jika pelayaran selanjutnya akan bertemu dengan jenazah seperti sebelumnya.
Satu jenazah berkelamin laki-laki ditemukan KRI Pulau Fanildo oleh tim SAR gabungankeempat pencarian, Minggu (06/07/2025) siang.
Jenazah diduga korban hilan KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan sekitar pukul 10.41 WIB. Korban lalu dievakuasi ke dermaga PT Pusri Banyuwangi.
"Oleh tim kemudian dievakuasi," terang Danguspurla Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono.
Endra menjelaskan bahwa jenazah tersebut ditemukan sekitar 5,7 hingga 6 nautical mile dari lokasi yang diduga menjadi titik tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Meski berjenis kelamin laki-laki, kondisi jenazah sudah cukup sulit untuk dikenali.
Tim tidak menemukan identitas apapun yang melekat pada tubuh korban, hanya ada kaos oblong berwarna biru dan celana tiga per empat.
"Tidak ada identitas dompet atau apapun yang melekat pada korban. Hanya ada kaos biru dan celana pendek yang ada pada tubuh jenazah," imbuhnya.
Setelah dievakuasi oleh KRI Pulau Fanildo, jenazah segera dikoordinasikan untuk selanjutnya dibawa menggunakan KRI Tongkol menuju Dermaga Pusri. Dari sana, jenazah langsung dilarikan ke RSUD Blambangan untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polri. (ep)