Pelukis Asal Banyuwangi, Susiyo yang Ikuti Pameran di Amerika Serikat (Foto: Susiyo/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Pelukis asal Banyuwangi, Susiyo, menorehkan jejak di kancah seni rupa internasional. Karyanya dipamerkan dalam pameran tunggal yang digelar bersama Anno Domini Gallery di San Jose, California, Amerika Serikat.
Pameran ini menjadi momentum penting dalam perjalanan karier Susiyo, sekaligus membuka ruang dialog karya dengan publik global.
Susiyo dikenal dengan pendekatan melukis yang sederhana namun kuat secara visual. Ia mengeksplorasi permainan warna, gestur spontan, serta menghadirkan karakter bocah bernama MOJO sebagai elemen utama dalam banyak karyanya. Bahasa visual yang dibangun terasa personal dan khas, merefleksikan cara pandang jujur dan bebas ala dunia anak-anak.
“Lukisan-lukisan saya lahir dari ingatan, fantasi, dan cara seorang anak melihat dunia. Jujur, apa adanya, dan tanpa beban,” ujar Susiyo kepada BWI24Jam pada Selasa (13/01/2026).
Menurutnya, setiap karya yang dihadirkan bukan untuk memberi makna tunggal, melainkan membuka ruang tafsir bagi siapa pun yang melihatnya.

Pameran tunggal di San Jose ini menjadi ajang perkenalan Susiyo kepada publik internasional. Respon hangat pun datang dari para pengunjung dan kolektor seni. Kehadiran karyanya di Amerika Serikat disebut sebagai pengalaman berharga yang memperluas perspektif serta semangat berkaryanya ke depan.
“Bisa memperkenalkan karya dari Banyuwangi ke luar negeri tentu menjadi pengalaman penting. Respon yang saya terima di sini sangat positif dan itu menjadi energi baru untuk terus berkarya,” katanya.
Susiyo menegaskan, akar karyanya tetap berpijak pada pengalaman personal dan lingkungan tempat ia tumbuh. Dari Banyuwangi, ia terus mengembangkan gagasan visual yang lahir dari keseharian, ingatan masa kecil, hingga imajinasi yang terus bergerak.
Perjalanan Susiyo di dunia seni rupa internasional belum berhenti. Pada tahun 2026 mendatang, ia dijadwalkan menggelar pameran tunggal di Hong Kong.
Pameran tersebut akan menjadi panggung berikutnya bagi Susiyo untuk membawa ide-ide segar sekaligus memperkenalkan bahasa visual khasnya ke audiens yang lebih luas.
“Perjalanan ini masih panjang. Saya hanya ingin terus jujur pada karya dan proses,” pungkasnya. (rq)

