Dua Kecelakaan Terjadi Sehari di Jalur Ijen Banyuwangi, Diduga Akibat Rem Blong

1auiah.jpg Polisi Lakukan Olah TKP Kecelakaan di Jalur Gantasan, Kec. Licin, Banyuwangi (Foto: Satlantas Polresta/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dua kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Gantasan, Dusun Jambu, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, dalam sehari pada Kamis (29/10/2026). Kedua insiden tersebut diduga berkaitan dengan masalah pengereman kendaraan yang melintas di jalur menurun menuju kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.


Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian, membenarkan adanya dua kecelakaan di jalur tersebut. Peristiwa itu melibatkan kendaraan pengangkut material dan sebuah minibus Isuzu Elf yang membawa sejumlah penumpang.


“Benar, hari ini terjadi dua kecelakaan di jalur Gantasan,” kata Pepri.


Insiden pertama melibatkan sebuah truk pengangkut material yang diduga mengalami rem blong. Kendaraan tersebut kemudian bergerak mundur hingga menabrak mobil pribadi yang berada di belakangnya.


Menurut Pepri, tidak ada korban jiwa dalam kejadian pertama tersebut. Namun, kedua kendaraan mengalami kerusakan akibat benturan.


“Dalam kejadian pertama tidak ada korban jiwa. Kerugian yang ditimbulkan berupa kerusakan pada kendaraan yang terlibat,” jelasnya.


Beberapa jam kemudian, kecelakaan kembali terjadi di jalur yang sama. Lokasinya disebut berjarak sekitar 500 meter dari titik kejadian sebelumnya.


Kecelakaan kedua melibatkan minibus Isuzu Elf bernomor polisi AG 7285 UZ. Kendaraan itu dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal setelah diduga mengalami gangguan pengereman saat melintasi tikungan di jalur menurun dari kawasan TWA Kawah Ijen menuju Kecamatan Licin.


Berdasarkan laporan kepolisian, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.15 WIB. Minibus itu membawa sekitar 11 penumpang, belum termasuk pengemudi. Sebagian besar penumpang disebut merupakan warga lanjut usia.


Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, dua orang dilaporkan mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan medis.


Pepri mengatakan, petugas sempat mengalami kendala saat mendata seluruh penumpang. Hal itu lantaran sejumlah penumpang telah dijemput oleh keluarga masing-masing sebelum pendataan selesai dilakukan.


“Kami cukup kesulitan menghimpun data seluruh penumpang karena beberapa di antaranya sudah dijemput keluarganya. Berdasarkan keterangan sopir, jumlah penumpang di dalam kendaraan sekitar 11 orang,” ungkapnya.


Dari hasil pendataan sementara, polisi berhasil mengidentifikasi tujuh orang yang berada di dalam kendaraan tersebut. Mereka terdiri atas pengemudi berinisial AAF (30), warga Kecamatan Genteng, serta enam penumpang, yakni SJ (77), SM (68), SYT (77), dan PK (79), yang tercatat sebagai warga Kecamatan Genteng. Dua penumpang lainnya berinisial BS (87), warga Kecamatan Sempu, dan AKY (87), warga Kecamatan Rogojampi.


Pepri menyebut, AKY mengalami luka paling serius berupa dugaan patah tulang pada telapak tangan kiri. Sementara BS dilaporkan mengalami luka pada tangan kiri.


“Dari data korban yang berhasil kami himpun, AKY mengalami luka berupa patah tulang di bagian telapak tangan kiri. Sedangkan BS mengalami luka pada tangan kiri,” paparnya.


Setelah kejadian, warga bersama personel kepolisian dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi membantu proses penanganan di lokasi. Petugas juga menyemprotkan air pada tumpahan cairan kendaraan yang berpotensi membuat permukaan jalan licin.


Menyusul dua kecelakaan tersebut, Satlantas Polresta Banyuwangi mengingatkan pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan sebelum melintasi jalur menuju Kawah Ijen. Pemeriksaan sistem pengereman menjadi salah satu hal penting, terutama bagi kendaraan yang melintasi jalan menurun dan tikungan.


“Kami mengimbau pengendara agar memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan. Pastikan kendaraan dalam keadaan layak jalan sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” tegasnya. (ep)