Hujan Deras Genangi Rumah Warga dan Jalanan Genteng, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Genteng dan sekitarnya sejak siang hingga sore hari, Jumat (30/10/2026), mengakibatkan genangan air di sejumlah titik. Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai mata kaki, bahkan meluber hingga masuk ke rumah warga.
Salah satu lokasi terdampak berada di kawasan Kauman, Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Air yang masuk ke dalam rumah membuat warga bergotong royong mengalirkan air yang meluber ke jalan menggunakan peralatan seadanya.
Tak hanya permukiman, genangan air juga terlihat di sejumlah ruas jalan utama di wilayah Genteng. Kondisi tersebut menjadi perhatian warga, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Sebelumnya, Camat Genteng Khoirul Hidayat telah mengingatkan seluruh jajaran lintas sektor, mulai dari aparatur pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan.
Khoirul mengajak para kepala desa, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta pihak puskesmas untuk memeriksa kondisi saluran air di lingkungan masing-masing. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah terjadinya luapan air ketika hujan deras mengguyur.
"Saya mengajak para kepala desa, kepala sekolah, tokoh masyarakat, dan puskesmas untuk mengecek saluran air di lingkungan masing-masing. Jika ada sumbatan, baik karena sampah maupun penyebab lainnya, mari kita lakukan kerja bakti bersama," ujar Khoirul.
Menurutnya, saluran air yang tersumbat dapat menghambat aliran air hujan. Terlebih ketika debit air meningkat, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman maupun lingkungan sekitar.
"Ketika hujan turun dan limpasan air berlebih, kita harus mengantisipasi agar air tidak sampai membanjiri rumah warga maupun lingkungan. Karena itu, kondisi saluran air perlu diperiksa dan dibersihkan secara berkala," imbuhnya.
Selain mengantisipasi genangan, Khoirul juga meminta masyarakat memeriksa pohon-pohon yang berpotensi roboh atau tumbang saat cuaca buruk. Apabila ditemukan pohon yang membahayakan, warga diminta segera melapor agar dapat ditindaklanjuti bersama instansi terkait, termasuk BPBD dan Dinas PU.
"Monggo dicek pohon-pohon yang berpotensi roboh atau tumbang saat hujan. Jika ditemukan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti bersama BPBD dan PU untuk dilakukan perempesan," katanya.
Khoirul turut mengingatkan masyarakat agar memperhatikan potensi munculnya jentik nyamuk di lingkungan rumah maupun perkantoran. Tempat penampungan air yang tidak digunakan perlu ditutup atau dikosongkan untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah.
"Kami juga mengimbau warga memeriksa rumah dan perkantoran, apakah ada tempat yang menampung air dan berpotensi menjadi sarang jentik-jentik nyamuk. Kalau ada, sebaiknya ditutup atau airnya dibuang. Ini bagian dari upaya mencegah warga terserang demam berdarah," paparnya.
Lebih lanjut, Khoirul mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca pada masa peralihan dari kemarau ke musim penghujan. Perubahan tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem, termasuk hujan deras disertai angin kencang.
"Masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrem. Jika hujan turun disertai angin kencang, jangan berteduh di tempat yang membahayakan, seperti di bawah pohon," pungkasnya. (ep)

