Petugas Menangani Mobil Box Ekspedisi yang Terjebak (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Sebuah mobil pikap ekspedisi terjebak di kanal atau saluran air saat melintas di gang sempit Dusun Krajan 2, Desa/Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jumat (30/10/2026). Kendaraan tersebut tak bisa bergerak setelah bagian bawahnya tersangkut pembatas kanal.
Peristiwa itu terjadi di Gang Hasyim, tepatnya di sekitar bengkel Enggak Modified. Gang tersebut memiliki akses yang cukup sempit, dengan lebar jalan hanya cukup untuk satu mobil. Kondisi ini membuat kendaraan yang melintas harus mengambil haluan secara hati-hati.
Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 11.45 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk membantu mengevakuasi kendaraan.
"Begitu menerima laporan, kami segera berangkat ke lokasi. Saat tiba, posisi pikap sudah dalam keadaan tersangkut di bagian kanal sehingga tidak bisa bergerak," ujar Sutikno usai memimpin proses evakuasi kendaraan, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, petugas sempat mencoba mengeluarkan kendaraan dengan bantuan tali dan mobil tangki. Namun, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil karena posisi kendaraan cukup sulit untuk ditarik.
"Kami coba tarik menggunakan tali dengan bantuan mobil tangki. Tetapi ternyata belum bisa keluar. Bagian tangki bahan bakar kendaraan tersangkut di pembatas kanal," jelasnya.
Selain itu, roda belakang sebelah kiri pikap berada di atas saluran air. Kondisi tersebut membuat kendaraan semakin sulit digerakkan meski sudah ditarik menggunakan tali.
"Posisi roda belakang sebelah kiri itu berada di atas kanal. Jadi kendaraan tidak bisa langsung ditarik begitu saja. Kalau dipaksakan, justru dikhawatirkan bagian kendaraan semakin tersangkut," kata Sutikno.
Petugas kemudian berupaya mencari cara lain dengan melibatkan warga sekitar. Bagian belakang kendaraan diangkat bersama-sama, kemudian pikap digoyang perlahan sampai akhirnya terlepas dari posisi yang menjepitnya.
"Setelah dibantu warga, bagian belakang kendaraan kami angkat dan digoyang perlahan. Dengan cara itu akhirnya pikap bisa terlepas dan kembali ke posisi aman," ungkapnya.
Sutikno memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Pengemudi hanya sempat terkejut karena kendaraannya mendadak terjebak dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, warga menyebut gang tersebut memang beberapa kali menjadi lokasi kendaraan mengalami kesulitan saat melintas. Selain masuk ke saluran air, kendaraan yang melintas juga pernah menabrak tugu pembatas jalan.
Tugu tersebut bahkan disebut sudah beberapa kali diperbaiki karena kembali tersenggol kendaraan. Pengendara yang hendak masuk gang perlu mengambil haluan lebih lebar agar bagian kendaraan tidak mengenai tugu atau roda belakang terperosok ke kanal. (ep)

