Dua Siswa MTsN 3 Banyuwangi Ikut Serta dalam BEC 2026 (Foto: Tanti/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Perhelatan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 bertema "Perang Bayu: The Great War of Blambangan" berlangsung meriah pada Sabtu (18/07/2026). Ribuan masyarakat, wisatawan domestik, turis mancanegara, hingga sejumlah tokoh nasional ikut menyaksikan salah satu agenda unggulan Banyuwangi tersebut.
Di balik kemeriahan itu, MTsN 3 Banyuwangi turut ambil bagian dalam ajang yang masuk Kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Dari sekitar 1.000 peserta yang terlibat, mulai talent, penari, pemusik hingga tim pendukung, sejumlah siswa MTsN 3 Banyuwangi dipercaya menjadi penari pembuka, sementara dua siswi tampil sebagai talent utama dengan mengenakan kostum etnik bertema Perang Bayu.
Kedua siswi tersebut adalah Azalea Zukhrufulizzah dan Salsabila April Yasmin. Azalea membawakan kostum "Loh Pangpang" karya desainer Daniarta dalam subtema "Situs Perang", sedangkan Salsabila tampil dalam subtema "Alat Genderang Perang" dengan kostum "Cundrajaya" rancangan desainer Morin.
Azalea menjelaskan, kostum Loh Pangpang terinspirasi dari Teluk Pangpang yang pada masa kolonial menjadi tempat bersandarnya kapal-kapal VOC. Dominasi warna biru menggambarkan kawasan pesisir tersebut, dipadukan replika kapal VOC, ornamen ombak, mutiara, dan elemen maritim yang merepresentasikan peran strategis Teluk Pangpang dalam Perang Bayu.
"Senang, bahagia, terus seru juga, banyak dapat teman. Persiapannya mulai latihan, workshop, kemudian latihan koreografi bersama hingga per subtema," ujar Azalea.
Sementara itu, Salsabila mengenakan kostum Cundrajaya yang didominasi warna emas dan hitam. Kostum tersebut memadukan elemen senjata perang dengan alat musik tradisional seperti gong, kepul, kenong, serta jidor yang bisa dimainkan. Ornamen kain pada kostum juga menggambarkan semangat perjuangan masyarakat Blambangan melawan penjajah Belanda.
"Happy, sangat happy karena bisa ikut melestarikan budaya-budaya yang ada di Banyuwangi," kata Salsabila.
BEC 2026 mengangkat tema "Perang Bayu: The Great War of Blambangan", yang mengisahkan perjuangan masyarakat Blambangan melawan VOC pada abad ke-18. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak sejarah yang berkaitan dengan lahirnya Banyuwangi.
Seluruh peserta menempuh parade busana etnik sejauh sekitar 2,5 kilometer, dimulai dari kawasan Taman Blambangan hingga berakhir di depan Vionata. Selain menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, BEC juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenalkan sejarah dan kearifan lokal Banyuwangi kepada masyarakat luas melalui karya kostum dan pertunjukan kreatif. (rq)

