Petik Laut Muncar Banyuwangi Tahun 2026 (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Tradisi Petik Laut Muncar kembali digelar masyarakat pesisir Banyuwangi, Rabu (01/07/2026). Tradisi yang menjadi wujud rasa syukur para nelayan atas hasil laut itu berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga yang datang untuk menyaksikan prosesi sakral sekaligus menikmati berbagai rangkaian kegiatan budaya.
Prosesi diawali dengan doa bersama, dilanjutkan arak-arakan menuju laut membawa sesaji yang kemudian dilarung sebagai simbol ungkapan syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki serta harapan agar para nelayan selalu diberi keselamatan saat melaut. Sejumlah kesenian tradisional turut mengiringi jalannya prosesi sehingga menambah semarak suasana.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, Suratno mengatakan, Petik Laut Muncar bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
"Tradisi Petik Laut Muncar merupakan bentuk rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang diberikan. Tradisi ini juga menjadi bagian dari identitas budaya Banyuwangi yang harus terus diwariskan kepada generasi muda," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendukung penyelenggaraan berbagai tradisi lokal karena selain menjaga nilai-nilai budaya, kegiatan tersebut juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
"Melalui tradisi seperti ini kita ingin budaya tetap lestari, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banyuwangi ke tingkat yang lebih luas," katanya.
Rangkaian Petik Laut Muncar tahun ini juga menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah. Sepanjang lokasi kegiatan, warga tampak antusias menyaksikan arak-arakan, pertunjukan seni, hingga prosesi larung sesaji yang menjadi puncak acara.
Salah seorang pengunjung, Dian Ayu, mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi tersebut. Menurutnya, Petik Laut Muncar menghadirkan pengalaman budaya yang unik sekaligus menunjukkan kuatnya nilai gotong royong masyarakat pesisir Banyuwangi.
"Seru sekali, saya baru pertama kali melihat langsung. Prosesi adatnya terasa sakral, tapi juga meriah karena banyak pertunjukan seni. Semoga tradisi seperti ini terus dilestarikan," ujar Dian.
Petik Laut Muncar telah menjadi agenda budaya tahunan yang rutin digelar masyarakat nelayan Banyuwangi. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan ikan, tradisi ini juga menjadi doa bersama agar musim melaut berikutnya berjalan lancar, hasil tangkapan melimpah, dan seluruh nelayan selalu diberikan keselamatan saat mencari nafkah di laut. (ep)

